Lebih Hemat atau Makin Boros Selama di Rumah?

0
371

Sejak Pandemi Covid-19 merebak di Indonesia, anjuran menjaga jarak alias physical distancing telah memaksa banyak orang untuk beraktivitas di rumah saja. Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sudah menjadi norma baru yang harus dijalankan oleh pekerja di berbagai sektor industri.

Bekerja dari rumah bukan hanya menuntut Sobat beradaptasi dengan berbagai perangkat teknologi agar proses bekerja tetap berjalan lancar. Perubahan aktivitas kerja yang semula mobile menjadi diam di rumah juga mempengaruhi pola pengeluaran keuangan. Banyak yang mengaku lebih boros mengeluarkan uang selama WFH atau di rumah saja. Ada juga yang sebaliknya, bisa lebih hemat selama bekerja dari rumah.

Sobat Termasuk Lebih Hemat atau Makin Boros?

Menjalani Work From Home (WFH) atau beraktivitas di rumah saja menjadi sebuah dilema. Kondisi sekarang ini menjadi tantangan tersendiri terutama dalam mengelola keuangan. Di saat pengeluaran transportasi, jajan hingga biaya nongkrong berkurang namun tetap saja perlu memenuhi kebutuhan tambahan lainnya seperti biaya internet, listrik, air dan sebagainya. Kebutuhan tambahan meningkat karena anggota keluarga berada di rumah.

Para ahli perencana keuangan mengatakan beberapa komponen pengeluaran rumah tangga otomatis akan meningkat. Misalnya penggunaan air dan listrik menjadi lebih banyak daripada sebelumnya. Sehingga hal ini akan menyebabkan biaya yang akan Sobat bayar menjadi lebih mahal. Begitu pula dengan pemakaian gas atau kompor untuk memasak.

Kegiatan memasak pun menjadi lebih banyak selama berada di rumah. Oleh karena itu, gas akan menjadi lebih cepat habis dan membuat pengeluaran untuk membeli gas menjadi lebih besar.

Jika tidak memasak, Sobat harus mengeluarkan dana lebih untuk keperluan makan karena biasanya anggota keluarga ingin menu makan yang berbeda satu dengan lainnya. Belum lagi jika menyiapkan makanan ringan selama di rumah misalnya camilan hingga buah. Keperluan camilan ini diharapkan agar anggota keluarga bisa tetap berada di rumah dan menghindari aktivitas di luar.

Agar tidak boros, yang perlu Sobat lakukan adalah merealokasikan dana dari transportasi dan jajan di luar. Dana tersebut digunakan untuk keperluan tambahan dan sebisa mungkin keperluan tambahan tidak melebihi alokasi dana transportasi dan jajan di luar. Jadi Sobat tidak perlu untuk menambah alokasi belanja per bulannya selama Sobat menerapkan WFH atau aktivitas di rumah saja.

Namun jika uang yang Sobat alokasikan ternyata nggak cukup untuk menutupi keperluan tambahan. Sobat bisa menambahkan dengan dana darurat yang selama ini telah Sobat simpan. Usahakan biaya tambahan tersebut nggak begitu naik secara signifikan ya Sobat.

Untuk mengelolanya, Sobat bisa lakukan pencatatan atau dengan cara membuat laporan keuangan per minggu selama WFH atau beraktivitas di rumah saja. Untuk biaya listrik, air, internet, makan pagi, siang, malam hingga camilan. Dengan begitu, jumlah pengeluaran tetap bisa diukur nilainya.

Lalu jika ingin belanja kebutuhan makan, catat barang belanjaan apa saja yang harus Sobat beli. Ingat jangan lupa untuk membeli dengan jumlah yang secukupnya, jangan sampai berlebihan atau bahkan Sobat membeli barang yang di luar catatan tadi.

Selain itu, Sobat harus bisa menahan untuk membeli barang yang menyangkut gaya hidup. Seperti membeli sepatu atau makeup sehingga kebutuhan perutmu tetap terpenuhi. Karena Sobat nggak akan tahu, keadaan seperti ini akan sampai kapan.

Sobat, sudah lakukan langkah tersebut? Gimana hasilnya, lebih hemat atau makin boros selama di rumah? Jika lebih boros karena pengeluaran lebih banyak untuk kebutuhan makan, air, listrik hingga gas. Itu merupakan hal yang wajar saja, apalagi dalam kondisi saat ini. Perlu diingat, Sobat harus tetap punya strategi dalam menyiasati hal ini ya. Semoga Pandemi Covid-19 segera berlalu.

Jika Sobat merasa lebih hemat, lakukan pendanaan di Peer to Peer (P2P) Lending Akseleran. Terlebih Sobat bisa memulainya dengan nominal mulai dari Rp100 ribu sudah bisa mendapatkan imbal hasil hingga mencapai 21% per tahun. Selain mendapatkan imbal hasil yang menarik, Sobat juga turut membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang membutuhkan dana untuk pengembangan usahanya. Sehingga secara tidak langsung Sobat turut membantu perekonomian bangsa di tengah situasi ekonomi yang kurang stabil seperti sekarang ini.

Melakukan pendanaan di Akseleran, Sobat bebas memilih dan aman. Karena Sobat bisa memilih jenis UKM, tenor pinjaman, tingkat imbal hasil bahkan bisa melihat credit scoring dan agunan serta asuransi kredit. Dengan adanya proteksi asuransi kredit, dana yang Sobat pinjamkan ke UKM jika mengalami gagal bayar melebihi 90 hari keterlambatan, maka Sobat akan mendapatkan proteksi 80%-85% dari total nilai dana yang Sobat pinjamkan ke UKM tersebut.

Daftar sekarang dan dapatkan bunga hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Daftar Akseleran dengan unduh aplikasi Akseleran di Google Play atau Apple App Store.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]