Fungsi KYC dalam Dunia Perbankan

3
21259
KYC Adalah

KYC Adalah – Istilah KYC atau singkatan dari Know Your Customer sudah tidak asing lagi di dunia bisnis online. Namun, ternyata istilah ini tidak hanya terbatas pada bidang ini saja, melainkan juga sudah umum digunakan dalam dunia perbankan. Bahkan, KYC merupakan prinsip penting yang akan digunakan oleh bank terhadap para nasabahnya. Sebenarnya, apa makna KYC dan fungsinya dalam dunia perbankan?

Pengertian KYC atau Know Your Customer

KYC adalah prinsip penting yang digunakan oleh bank untuk mengenali dan mengetahui identitas seorang nasabah. Mengenali di sini bukan hanya berarti mengetahui nama dan alamat nasabah saja, namun segala identitas termasuk pekerjaan, kegiatan transaksi nasabah, serta pelaporan terhadap transaksi yang mencurigakan.

Bank sebagai lembaga yang mengelola dana masyarakat memiliki beban besar terhadap kepercayaan masyarakat, sehingga harus mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan usahanya. KYC merupakan salah satu cara untuk menerapkan prinsip kehati-hatian tersebut.

Dalam menerapkan KYC, ada beberapa proses yang dilakukan. Pertama adalah identifikasi nasabah secara perorangan melalui dokumen-dokumen terkait nasabah, serta melakukan pengawasan terhadap rekening nasabah, meliputi dana yang masuk dan keluar pada setiap transaksi.

Tujuan Pelaksanaan KYC dalam Perbankan

Ada beberapa hal mengapa KYC diperlukan dalam usaha perbankan. Yang pertama adalah menaati pelaksanaan Undang-Undang Anti Pencucian Uang dan Kontra Pendanaan Terorisme. Hal ini penting, mengingat perkembangan teknologi, aktivitas, dan produk perbankan kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melancarkan tindakan kejahatannya. 

Penerapan prinsip Know Your Customer diharapkan dapat mengurangi risiko penggunaan bank sebagai tempat pencucian uang ataupun pendanaan terorisme. Selain itu, KYC juga dapat membantu melindungi bank dari berbagai risiko yang mungkin timbul dari pelaksanaan usahanya, seperti risiko hukum, reputasi, maupun operasional.

Dalam proses identifikasinya, ada beberapa hal yang bisa dianggap sebagai transaksi mencurigakan. Di antaranya:

  • Penyimpangan profil, karakteristik, serta kebiasaan pola transaksi keuangan nasabah
  • Dugaan transaksi keuangan yang dilakukan untuk menghindari pelaporan transaksi yang wajib dilakukan oleh bank
  • Transaksi keuangan yang sumbernya diduga dari harta hasil tindak pidana—baik baru akan dilakukan maupun sudah dibatalkan. 

Bagaimana Bank Mengidentifikasi Nasabah?

Selain mengidentifikasi berdasarkan identitas dan dokumen nasabah, ada cara lain yang lebih spesifik yang dilakukan, yaitu Customer Due Diligence (CDD) dan Enhanced Due Diligence (EDD).

  • Customer Due Diligence (CDD) adalah kegiatan pengenalan melalui identifikasi, verifikasi, dan pemantauan untuk memastikan bahwa transaksi yang dilakukan sesuai dengan profil nasabah yang bersangkutan.
  • Enhanced Due Diligence (EDD), adalah kegiatan pengenalan secara lebih mendalam demi mengetahui apakah nasabah tersebut termasuk golongan berisiko tinggi melakukan tindakan pencucian uang, pendanaan terorisme, serta tindakan melanggar hukum lainnya. 

Sebagai contoh, jika seorang nasabah tidak pernah melakukan transaksi dalam nominal atau jumlah yang besar berdasarkan profil pekerjaannya, maka bank patut mencurigai nasabah tersebut jika tiba-tiba terdapat transaksi dalam nilai besar yang tidak mungkin bersumber dari pekerjaannya. Akan lebih mencurigakan lagi jika transaksi dalam jumlah besar tersebut dilakukan dalam jangka waktu yang singkat. 

Ketika kecurigaan ini muncul, maka pihak bank akan segera melakukan pemantauan terhadap transaksi tersebut dan menanyakan langsung kepada nasabah terkait transaksi yang mencurigakan tersebut. Jika kecurigaan terus berlangsung, bukan tidak mungkin akan dilakukan pemblokiran terhadap rekening tersebut dan bank akan melaporkannya kepada Bank Indonesia untuk dilakukan investigasi.

Baca juga: Skema Tanda Tangan Digital Dokumen Perjanjian Keanggotaan Untuk User Verified

Pentingnya Bank Mengenali Nasabah

Antara institusi perbankan dan nasabah memiliki hubungan yang saling menguntungkan. Pihak bank membutuhkan dana nasabah untuk menjalankan usahanya. Nasabah pun membutuhkan bank untuk melakukan transaksi keuangan dengan cepat dan aman. Oleh karena itu, penting bagi bank untuk mengenali profil nasabahnya dengan baik.

KYC adalah salah satu hal penting untuk menjaga keberlangsungan operasional bank. Bayangkan apa yang terjadi ketika bank tidak mampu mengidentifikasi dengan baik setiap nasabahnya. Besar kemungkinan pihak bank akan mengalami kerugian jika ternyata ada sejumlah nasabah yang memiliki catatan kredit buruk atau ternyata sedang menjalankan tindakan kriminal dengan melibatkan institusi bank tersebut. Inilah mengapa KYC merupakan bagian penting dalam bisnis perbankan.

Kesimpulannya, KYC atau Know Your Customer adalah prinsip mengenali identitas nasabah dalam rangka menjaga keamanan institusi dari risiko kerugian maupun potensi keterlibatan pidana yang mungkin terjadi. Jadi, tidak perlu panik lagi ya, jika harus mengisi data identitas saat melakukan transaksi keuangan di instansi perbankan!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

voucher promo akseleran blog blog100

Akseleran Apps

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

3 COMMENTS

Comments are closed.