Tren Terbaru dari Kurs Tengah BI

0
1497
Kurs Tengah BI

Seperti telah kita semua ketahui, kurs Bank Indonesia ialah nilai mata uang yang berlaku di suatu negara dan dinyatakan dalam nilai mata uang negara lainnya. Lalu, bagaimana dengan kurs tengah BI? Apa artinya dan bagaimana cara menghitungnya? Simak penjelasan selengkapnya pada artikel ini. 

Apa itu Kurs Tengah BI?

Bila Anda memperhatikan tabel kurs BI secara saksama, di antara kolom kurs jual dan kurs beli, terdapat kolom kurs tengah. Artinya, kurs tengah ini adalah hasil penjumlahan dari kurs jual dan beli, lalu dibagi dua. Pada umumnya, kurs ini identik dengan perusahaan-perusahaan asing di Indonesia. 

Kurs tengah BI memang digunakan dalam pencatatan serta penghitungan nominal konversi mata uang asing pada laporan keuangan perusahaan. Biasanya, laporan ini akan digunakan untuk pelaporan pajak mereka. Itulah alasan kurs tengah ini sering dikaitkan dengan perpajakan.

Sebagai informasi tambahan, kurs jual BI adalah kurs yang digunakan saat suatu bank menjual mata uang asing tertentu kepada para nasabahnya atau masyarakat umum. Itu artinya, bank berada pada posisi penjual sementara Anda pembelinya. Sementara itu, kurs beli BI merupakan lawan dari kurs jual. Penjelasannya, kurs beli digunakan ketika Anda menjual sebuah mata uang asing pada bank yang membuatnya berada di posisi pembeli.

Bagaimana dengan Trend Kurs Tengah BI Terkini?

Per 3 Februari 2021, tepatnya pada pukul 10.00 WIB, nilai Rupiah pada kurs tengah Bank Indonesia dinyatakan menguat. Sejalan dengan nilai Rupiah pada Jisdor (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) BI, trend kurs tengah berada pada Rp14.005 terhadap USD1. Artinya, ada peningkatan hingga sekitar 0,14% dibandingkan sehari sebelumnya (Rp14.025 per Dolar AS).

Di benua Asia, Rupiah memang sedang menguat bersama mata uang negara-negara Asia lainnya dengan Won Korea berada pada posisi terkuat (mengalami kenaikan sebesar 0,24%). Di bawahnya, ada Dolar Taiwan (0,14%) yang disusul Rupiah dengan persentase kenaikan yang sama. Kemudian, menyusul Rupee India yang juga menguat hingga 0,08%, Peso Filipina pada 0,06%, Dolar Singapura di 0,06%, serta Dolar Hong Kong pada 0,004%.

Sementara itu, Indeks Dolar memang sedang melemah. Dilaporkan, nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap sederet mata uang paling utama di dunia ada pada 91,00, turun dari angka 91,19 sehari sebelumnya. Artinya, terdapat penurunan hingga sebesar 0,25%. 

Bagai jatuh dan tertimpa tangga, Dolar AS tak hanya sedang melemah tetapi banyak investor yang juga melepas mata uang negara super power tersebut. Tren suku bunga yang rendah dalam jangka panjang dan pandemi COVID-19 dikatakan sebagai biang keladinya. Akibatnya, banyak investor yang tidak tertarik dengan investasi berbasis Dolar AS saat ini. 

Baca juga: Ini Beberapa Fungsi dan Tugas Bank Indonesia yang Perlu Kamu Tahu!

Cara Menghitung dengan Kurs Tengah BI

Sesungguhnya, penghitungan dengan kurs tengah relatif mudah, yakni dengan menambahkan jumlah kurs beli dan jual yang hasil akhirnya dibagi dua. Untuk lebih jelasnya, simaklah contoh soal perhitungan berikut:

Perusahaan Z memiliki saldo kas awal dalam Dolar Amerika di rekening bank sebesar $3.090 atau setara dengan Rp43.260.000 (untuk nilai kurs per $1 adalah Rp14.000). Di akhir tahun, nilai US$1 naik menjadi Rp15.500. Diasumsikan saldo kas dan bank perusahaan Z pun tetap sama yaitu $3.090.

Karena kenaikan nilai mata uang tersebut, jumlah saldo kas perusahaan Z sebesar US$3.090 yang pada awal tahun setara dengan Rp43.260.000 tentunya kini berubah menjadi Rp47.895.000. Dengan kata lain, ada selisih nilai kurs hingga sebesar Rp4.635.000.

Pencatatan dalam laporan keuangan perusahaan Z ialah:

  • Saldo awal kas: Rp43.260.000 (USD1 = Rp14.000)
  • Saldo kas akhir tahun: Rp47.895.000 (USD1 = Rp15.500)
  • Selisih nilai kurs: Rp47.895.000 – Rp43.260.000 = Rp4.635.000 (minus)

Arti dari hasil kalkulasi tersebut, saldo kas di bank ini mengalami penurunan akibat konversi (perubahan) nilai kurs Dolar AS ke Rupiah sebesar Rp4.635.000. Selisih kurs itu akan memengaruhi jumlah total laba bersih milik perusahaan Z.

Kesimpulan

Bagi Anda yang memiliki perusahaan, wajib mengetahui tentang kurs Bank Indonesia, terutama kurs tengah BI. Kerjakan pembukuan keuangan usaha Anda dengan benar sehingga pelaporan serta pembayaran pajak pun dapat berjalan secara lancar. Sementara itu, bagi Anda yang ingin berinvestasi dalam bentuk mata uang asing juga sangat dianjurkan untuk mempelajari kurs BI. Semoga informasi dalam artikel ini dapat memberikan cukup wawasan bagi kita semua.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]