Kesalahan yang Sering Terjadi Ketika Mengembangkan Dana di Fintech Lending

0
346
Kesalahan yang Sering Terjadi Ketika Mengembangkan Dana di Fintech Lending

Pendanaan melalui platform P2P Lending telah menjadi pilihan yang populer bagi banyak orang saat ini. Namun sebelum memutuskan untuk melakukan pendanaan di platform P2P Lending, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami. Pertama, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang manajemen risiko. Seperti halnya investasi lainnya, pendanaan di fintech lending tentunya juga memiliki risiko sendiri. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, kamu perlu mengevaluasi tingkat risiko yang terkait dengan platform tersebut. Selain itu, menentukan tujuan pendanaan yang jelas juga penting. Mengetahui tujuanmu akan membantu dalam mengambil keputusan investasi yang tepat.

Dalam mengembangkan dana melalui fintech lending, penting untuk melakukan pendekatan yang hati-hati dan bijaksana. Dengan memahami risiko yang terlibat dan menghindari kesalahan umum yang sering terjadi, kamu dapat meningkatkan peluang keberhasilan dan meminimalisir potensi kerugian. Ada beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dan perlu dihindari ketika mendanai di fintech lending.

Berikut adalah beberapa kesalahan yang perlu dihindari:

1. Melakukan pendanaan dengan ‘uang panas’

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan dana yang seharusnya digunakan untuk biaya hidup sehari-hari atau kebutuhan mendesak. Penting untuk menggunakan dana yang telah kamu alokasikan secara khusus untuk pendanaan di fintech lending. Jangan mempertaruhkan uang yang kamu butuhkan untuk kegiatan operasional sehari-hari, karena ini dapat mengganggu stabilitas keuangan.

2. Tidak melakukan diversifikasi portfolio

Kesalahan yang sering terjadi selanjutnya adalah tidak melakukan diversifikasi portofolio. Diversifikasi merupakan strategi penting untuk meminimalisir risiko kerugian. Jika kamu hanya menaruh semua danamu pada satu peminjam atau satu jenis pinjaman, ada risiko kehilangan semua dana tersebut jika terjadi gagal bayar. Dengan melakukan diversifikasi, kamu dapat membagi risiko dengan mengembangkan dana dalam berbagai pinjaman berbeda.

3. Tidak membaca disclaimer risiko dan lembar fakta

Sebelum melakukan pendanaan, penting untuk membaca dengan seksama setiap disclaimer risiko dan lembar fakta yang diberikan oleh platform. Pahami risiko yang terkait dengan investasi tersebut, termasuk kemungkinan gagal bayar atau keterlambatan pembayaran. Memahami risiko akan membantumu membuat keputusan yang lebih bijak dan siap menghadapi kemungkinan risiko yang mungkin terjadi di masa depan.

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 10,5% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Penulis: Ayu Diah Callista | Editor: Rimba Laut