Ivan Tambunan: Industri Fintech Masih Terus Melaju Pesat Hingga 3 Tahun Mendatang

0
224

Di luar sana tak sedikit bertebaran pertanyaan besar terkait layanan teknologi keuangan (financial technology/fintech). Antara lain, persepsi bahwa fintech itu sama dengan rentenir online dan apakah bisa dipercaya? Seperti apa sih, perkembangan industri fintech saat ini? Atau sudah mulai ada kekhawatiran bahwa industri fintech akan menjadi gelembung balon yang bisa pecah kapan saja jika pertumbuhannya sangat subur?

Memang iya, pertumbuhan industri fintech semakin subur beberapa tahun terakhir. Sehingga tak sedikit spekulasi miring bertebaran di luar sana. Terlebih jika menilik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Juli 2017 hingga 31 Mei 2019, total jumlah penyelenggara fintech terdaftar dan berizin adalah sebanyak 113 perusahaan

Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir karena Ivan Tambunan selaku CEO sekaligus Co-Founder Akseleran, akan menjawabnya. Berikut beberapa hasil kutipan wawancara khusus Ivan Tambunan oleh CNBC Indonesia TV yang disiarkan secara live dalam program profit, beberapa waktu lalu :

Suku Bunga Fintech Sangat Bersaing?
Suku bunga industri fintech memiliki model yang beragam. Jika bicara suku bunga pinjaman sangat erat kaitannya dengan risiko. Jika risiko semakin besar maka suku bunga pun akan semakin besar. Seperti contoh fintech tanpa agunan untuk consumer loan memberikan pinjaman Rp1 juta dengan tenor 30 hari, lalu diberi bunga 0,8% per hari, jika dikalikan 30 hari maka bunga bisa mencapai 24% per bulan. 

Lalu Bagaimana Suku Bunga Pinjaman di Akseleran?
Suku bunga yang ditawarkan Akseleran sangat masuk akal yakni berkisar 18%-21% per tahun. Jika ditarik dengan tenor satu bulan, artinya suku bunga yang diberikan hanya sekitar 1,5%-1,75% per bulan. Meski suku bunga yang ditawarkan sangat menarik, Anda tidak perlu khawatir akan sulit mendapatkan pinjaman dari Akseleran. Karena jaminan tak melulu aset tanah atau bangunan, melainkan bisa juga menggunakan invoice financing atau receivable financing. Terkait hal itu, sekitar 70%  peminjam (borrower) Akseleran adalah repeat borrower. Ini membuktikan bahwa values-nya sangat baik.

Seperti Apa Perkembangan Industri Fintech di Indonesia?
Industri fintech saat ini masih terlalu dini dan diyakini mengalami pertumbuhan secara signifikan. Alasannya, karena penyaluran dana hingga akhir 2016, jumlahnya hanya Rp200 miliar. Hingga akhir 2017 mencapai Rp2 triliun, lalu menjadi Rp20 triliun pada akhir 2018. Sementara hingga akhir Mei 2019 penyaluran dana tercatat sudah mencapai Rp40 triliun. Diproyeksikan total penyaluran dana hingga akhir tahun 2019, bisa mencapai Rp70 triliun-Rp80 triliun, atau setara dengan kenaikan 4 kali lipat dibandingkan akhir tahun lalu. Proyeksi ini ditopang oleh adanya peluang atau funding gap di Indonesia yang cukup besar.

Menilik data dari OJK, data rekening pemberi pinjaman tercatat sebanyak 456.352 dan peminjam 7,77 juta hingga April 2019. Dari data tersebut untuk Akseleran sendiri data pemberi pinjaman sudah mencapai 100.000 rekening. Sedangkan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia sudah mencapai 60 juta jiwa. Sehingga data 400 ribuan tersebut belum menyentuh angka 1% dari total pertumbuhan kelas menengah di Indonesia. Dari data tersebut, Ivan meyakini perkembangan fintech akan tetap melaju pesat 2 – 3 tahun ke depan.

Apa Sentimen Penggerak bahwa Industri Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending dalam 5 Tahun Ke depan Tetap Tumbuh?
Jika dari sisi outstanding, secara year to year tumbuh 10 kali lipat. Lalu dalam dua tahun terakhir sudah tumbuh 100 kali lipat. Jika 3-5 tahun ke depan tidak akan seperti itu lagi, karena masih start. Tetapi jika tumbuh hingga 100% masih masuk akal, karena lagi-lagi funding gap di Indonesia khususnya untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) menurut data dari OJK dan World Bank masih Rp1.000-Rp2.000 triliun per tahun.

Untuk informasi yang lebih komprehensif, saksikan tayangan dari wawancara CNBC Indonesia TV terhadap CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan berikut ini :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here