Memulai Melalui Investasi Startup, Mengapa Tidak?

0
2245
Investasi Startup

Investasi startup mungkin tumbuh subur di Amerika Serikat yang ditunjukkan dengan menjamurnya perusahaan-perusahaan start up di negeri Paman Sam. Namun, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Google dan AT Kearney–seperti yang dilansir dalam Liputan6.com–investasi startup mulai menunjukkan geliat pertumbuhan yang positif di Asia, terutama di China, India, dan Asia Tenggara.

Dari ketiga wilayah tersebut, ternyata Asia Tenggara menyabet predikat pertumbuhan yang paling cepat. Dan, kita boleh berbangga hati karena Indonesia dan Singapura menduduki posisi wahid sebagai negara dengan pertumbuhan start up yang cukup signifikan.

Hmm … melihat hasil penelitian itu tentu membuat Anda ingin berdecak kagum, bukan? Namun tahan dahulu, karena ada data yang lebih mencengangkan lagi.

Masih dari hasil penelitian yang sama (Indonesia Venture Capital Outlook 2017), nilai pertumbuhan investasi startup di Indonesia bahkan tumbuh 68 kali lipat dalam lima tahun terakhir. Sebagai data perbandingan, akan kami sajikan data investasi startup pada tahun 2012 dan 2017.

Pada tahun 2012, investasi startup di Indonesia ada di angka US$ 44 juta, dan angka ini melonjak naik menjadi US$ 3 miliar pada Agustus 2017 lalu. Bahkan jika kita bandingkan pada 2016 lalu, angka investasi ini sudah meningkat dua kali lipat.

Ada beberapa hal yang melatar-belakangi investasi startup di Indonesia bertumbuh dengan suburnya, beberapa di antaranya yaitu: stabilitas dan pertumbuhan ekonomi negara, peningkatan masyarakat kelas menengah, dan pertumbuhan jumlah penduduk usia produktif yang melek teknologi.

Ketiga hal inilah yang dianggap berperan penting untuk menggenjot nilai investasi perusahaan start up di Indonesia.

Bagaimana Cara Memilih Startup Potensial Jika Ingin Investasi Startup?

Berbeda dengan perusahaan korporasi yang sudah stabil, perusahaan start up biasanya masih ‘meraba’ jalur bisnis mereka. Ada beberapa hal yang menjadi karakteristik perusahaan yang dapat dijadikan acuan penilaian apakah perusahaan start up dapat bertahan ataukah tidak. Beberapa karakteristik perusahaan itu di antaranya ialah:

  • Unik

Perusahaan start up harus memiliki keunikan yang membuatnya dilirik oleh target konsumen. Keunikan ini bukan hanya membuat ia tampil beda saja, tetapi wajib hukumnya untuk memiliki bisnis model kuat yang berfokus pada kebutuhan target konsumen.

Founder (pendiri start up) harus jeli melihat kebutuhan pasar dan produk apa yang sekiranya dapat menjawab permasalahan/kebutuhan konsumen.

  • Produk yang Terfokus

Perusahaan start up tentu berbeda dengan perusahaan korporasi yang memiliki diversifikasi produk. Produk yang dimiliki perusahaan start up sebaiknya fokus pada satu atau beberapa produk/jasa.

Jika sudah diterima baik oleh konsumen, perusahaan start up baru bisa meluncurkan produk baru yang memiliki core bisnis yang serupa. Salah satu perusahaan start up yang bisa dijadikan contoh ialah Go-Jek.

  • Mampu Bertahan dalam Kondisi Ketidak-pastian

Bisnis start up ialah bisnis yang ‘keras’. Tidak mudah memang untuk menjalaninya terlebih di awal-awal. Makanya, tidak mengherankan jika banyak start up yang awalnya terlihat potensial kemudian tumbang di tengah jalan. Misalnya saja start up ‘Yes Bos’ yang sempat naik daun kemudian tenggelam tidak terdengar lagi gaungnya.

Salah satu kondisi ketidak-pastian yang ‘menyerang’ bisnis start up ialah ketidak-berdayaan untuk melakukan promosi karena keterbatasan dana. Padahal, bisnis tanpa promosi sama seperti hidup tanpa motivasi yang terkadang tidak memiliki gairah. Belum lagi bila terjadi unsur penolakan terhadap bisnis yang dijalankan, misalnya saja yang terjadi pada bisnis ojek online atau taksi online.

  • Kemampuan untuk Beradaptasi

Selain mampu untuk bertahan pada kondisi ketidak-pastian, perusahaan start up juga dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat. Baik beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar, teknologi, maupun produk kompetitor yang lebih kompetitif.

Selain kondisi dari ‘dalam’ suatu perusahaan yang sudah diulas di atas, ada faktor lain yang tidak kalah penting untuk dipertimbangkan saat akan berinvestasi. Beberapa di antaranya ialah insentif perpajakan, opsi pendanaan, serta kemudahan memfasilitasi start up.

Hal yang perlu Anda perhatikan ialah: bagaimana caranya Anda bisa menurunkan pajak pendapatan, baik untuk investor maupun perusahaan start up. Selain itu, bagaimana cara investor luar dapat terlindungi dari perpajakan di dalam negeri. Hal ini bertujuan untuk membangun iklim investasi di Indonesia agar lebih kompetitif lagi bila dibandingkan dengan negara tetangga.

Selain masalah perpajakan, hal lain yang perlu Anda perhatikan ialah jangka investasi. Perlu kami ingatkan kembali bahwa investasi startup ialah investasi jangka panjang. Pendanaan yang dibutuhkan pun tidak sedikit. Oleh sebab itu, kejelian Anda dalam memilih perusahaan start up menjadi kunci utama keberhasilan investasi.

Baca juga: 7 Peluang Usaha yang Paling Menjanjikan di 2020

Pemilihan perusahaan tidak hanya sebatas pada model bisnis, potensi industri, ataupun market size perusahaan saja. Lebih dari itu, karakter personal dari Founder (dan tim) yang berada di belakang perusahaan start up akan memegang peranan penting bagi kemajuan perusahaan.

Oleh karena itu, jangan hanya tersihir dengan ‘indahnya’ laporan keuangan, model bisnis, ataupun teknologi dan operasional perusahaan saja. Karakter dari si pendiri dan tim tentu perlu Anda perhatikan untuk memperoleh startup yang bernilai ekonomi tinggi di masa depan.

Jika Anda memiliki start up atau ingin melakukan investasi startup, Akseleran menyediakan layanan Equity Crowdfunding di mana investor dapat berinvestasi di sebuah start up dengan imbal balik berupa saham di start up tersebut. Apabila start up tersebut tumbuh besar seperti Go-Jek atau Traveloka, maka nilai saham yang sudah dimiliki akan bernilai jauh lebih tinggi. Kejelian melihat potensi start up merupakan salah satu kuncinya juga.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]