4+ Contoh Investasi Jangka Pendek Untuk Investor Pemula!

11
14770
Investasi Jangka Pendek

Investasi seringkali dilihat sebagai sebuah komitmen besar dengan jangka waktu lama, sehingga orang enggan untuk memulai investasi. Padahal jenis investasi itu beragam. Ada beberapa jenis investasi yang memang memerlukan komitmen besar, tapi ada pula investasi dengan barrier of entry yang lebih rendah, salah satunya adalah investasi jangka pendek.

Bagi kamu yang ingin berinvestasi yang tidak membutuhkan waktu lama, serta ingin menjaga arus kas kamu supaya tetap aman, kamu bisa mencoba investasi jangka pendek. Yuk kita bahas lebih dalam mengenai investasi jangka pendek ini!

Pengertian Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek adalah produk investasi yang dapat dicairkan dalam jangka waktu pendek. Menurut Corporate Finance Institute (CFI), investasi jangka pendek biasanya memiliki periode pencairan setelah 1-3 tahun. Namun, menurut Investopedia ada juga instrumen investasi jangka pendek yang bisa dicairkan dalam waktu beberapa bulan.

Berbeda dengan investasi jangka panjang yang biasanya memiliki penalti apabila ditarik sebelum jatuh tempo, pencairan dana investasi jangka pendek lebih fleksibel. Selain itu, keuntungan yang didapatkan dari investasi jangka pendek relatif lebih stabil.

Karena imbal hasil bisa dirasakan dalam waktu singkat juga tingkat risiko yang relatif lebih kecil, investasi jangka pendek sangat diminati investor pemula.

Karakteristik atau Ciri-Ciri Investasi Jangka Pendek

  • Dapat segera diperjualbelikan atau dicairkan.
  • Imbal hasil dapat dinikmati dalam waktu relatif singkat.
  • Investasi ini ditujukan dalam rangka manajemen kas, artinya investasi dapat dijual jika timbul kebutuhan kas.
  • Dapat memenuhi kebutuhan jangka pendek. Umumnya bagi mayoritas profesional muda memiliki pendapatan bulanan belum terlalu tinggi untuk berinvestasi di setiap bulannya.
  • Cenderung berisiko rendah (pembelian surat-surat berharga yang berisiko tinggi bagi pemerintah karena dipengaruhi oleh fluktuasi harga pasar surat berharga tidak termasuk dalam investasi jangka pendek).
  • Imbal hasil cenderung lebih rendah dibandingkan investasi jangka panjang.

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Jangka Pendek

Kelebihan investasi jangka pendek

  • Tingkat likuiditas tinggi
  • Pengembalian imbal hasil lebih cepat, dengan perputaran uang yang cepat maka return pokok investasi dan bunga lebih cepat diperoleh. Selanjutnya, bisa menginvestasikan kembali ke investasi lain atau melalui trading di pasar uang dan lainnya.
  • Imbal hasil yang relatif stabil.
  • Cocok untuk pemula.

Kekurangan atau kelemahan investasi jangka pendek

  • Keuntungan yang didapatkan lebih kecil, terlebih jika dicairkan dalam waktu singkat.
  • Imbal hasil cenderung lebih rendah jika dibandingkan investasi jangka panjang.
  • Rentan terhadap inflasi akibat valuasi yang kadang tidak dapat bersaing dengan tingkat inflasi tahunan
  • Efek compounding tidak signifikan dalam investasi jangka pendek.

Tujuan investasi jangka pendek

Investasi jangka pendek memiliki beberapa tujuan yang diantaranya adalah:

  • Diperuntukkan untuk investor pemula agar mendapatkan pengalaman berinvestasi.
  • Dapat menambahkan cash flow atau pemasukan dalam jangka waktu yang relatif lebih singkat.
  • Untuk para pemilik usaha tentunya dapat menambah modal bisnis dalam waktu pendek.
  • Memperoleh tambahan dana dari uang yang diinvestasikan dalam periode yang lebih singkat.
  • Passive income.

Tips Agar Investasi Jangka Pendek yang Dilakukan Dapat Lebih Optimal

  • Memiliki tujuan investasi

Sebelum melakukan investasi, terlebih dahulu kamu menetapkan tujuannya. Jangan memulai investasi hanya karena mengikuti tren tanpa persiapan yang pasti. Dengan memiliki tujuan investasi yang jelas, tentu akan membuat kamu lebih mudah dalam menentukan instrumen sekaligus strategi dalam berinvestasi.

  • Mengetahui cara kerja dari instrumen yang dipilih

Penting untuk kamu memahami secara detail instrumen investasi yang akan dipilih. Mulai dari informasi bagaimana pengelolaan dananya, risiko kerugiannya, keuntungannya hingga hal yang mendetail lainnya.

Yang terpenting, jangan sampai mendapatkan kerugian akibat tidak memahami produk investasi yang sudah dipilih.

  • Memilih investasi yang tepat

Seperti yang kita ketahui ada banyak produk investasi di pasaran. Karenanya, jangan sampai kamu salah memilih. Pastikan, kamu mengetahui terlebih dahulu kebutuhan serta kondisi keuangan sebelum memulai berinvestasi.

  • Melakukan investasi dengan strategi

Ingat! investasi tidak hanya sekedar kita menaruh dana yang kita miliki agar dana tersebut dapat berkembang di kemudian hari. Tetapi kamu harus berbekal pengetahuan terkait investasi itu sendiri. Agar mendapatkan keuntungan yang optimal, kamu harus menjalankan strategi investasi yang tepat.

Lakukan, diskusi dengan mereka yang sudah paham dan ahli dalam investasi pilihanmu, dengan berdiskusi diharapkan kamu bisa mendapatkan masukan yang bisa membuat investasi yang dilakukan berjalan optimal.

  • Kombinasikan dengan Investasi Jangka Panjang

Seperti yang kita ketahui pada poin sebelumnya bahwa investasi jangka pendek memang memiliki return yang relatif kecil. Namun, kamu tetap bisa melakukan diversifikasi dengan investasi jangka panjang agar tetap bisa mendapatkan keuntungan yang lebih optimal. Lakukan diversifikasi portofolio sebaik mungkin, dengan memastikan nilainya tetap positif dan memiliki nilai keuntungan di atas inflasi. 

Risiko dalam Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek ini memang relatif memiliki risiko yang rendah, namun tetap investasi ini juga memiliki risiko. Apalagi jika kamu tidak memiliki pengetahuan yang cukup. 

Karena itu, sebaiknya kamu bisa lebih memperhatikan risikonya terlebih dahulu agar kamu dapat lebih siap sebelum memulai menggunakan investasi jangka pendek.

1. Keuntungan Cenderung Kecil

Mengingat, investasi ini digunakan dalam kurun waktu yang singkat dan juga biasanya dimulai dengan modal kecil, keuntungan yang didapat dari investasi jangka pendek ini relatih lebih kecil. Maka dari itu, apabila kamu mengharapkan keuntungan yang besar sebaiknya bisa memilih investasi yang lainnya. Namun, apabila memang situasinya lebih cocok dalam investasi jangka pendek, mau tidak mau risiko ini memang harus kamu terima.

2. Efek compounding yang Tidak Signifikan

Banyak investor yang lebih memilih investasi jangka panjang karena memiliki manfaat efek compounding yang lebih signifikan dalam mendongkrak valuasi dananya dari waktu ke waktu. Efek compounding ini juga adalah bunga berbunga atau bergulung, merupakan hal yang sangat umum terjadi di dunia investasi maupun kredit.

3. Rentan Terhadap Inflasi

Dengan fluktuasi yang tinggi, investasi jangka pendek memiliki kekurangan, yaitu rentan terhadap inflasi. Hal ini diakibatkan valuasi yang tidak dapat bersaing dengan tingkat inflasi tahunan. Tentunya dengan kerentanan ini sangat berpengaruh pada keuntungan yang nantinya kamu dapatkan.

Tips lainnya untuk kamu, jika kamu memiliki modal yang relatif kecil, kamu bisa memilih investasi ini. Ingat! Setiap investasi ada risiko di dalamnya, untuk menekan risiko dalam investasinya kamu dapat lebih memahami investasi yang kamu pilih sehingga risiko yang ada bisa diminimalisir.

4+ Contoh Investasi Jangka Pendek Untuk Pemula

  • Tabungan

Berbicara mengenai investasi tentunya tidak akan bisa terlepas dari tabungan. Produk tabungan bank ini merupakan salah satu investasi jangka pendek yang bisa jadi pilihan kamu, karena investasi ini cara yang cukup mudah dan efisien untuk menginvestasikan uang kamu. Siapapun bisa melakukan investasi ini mulai dari dewasa ataupun yang masih remaja. Selain kemudahannya dengan produk tabungan bank ini juga bisa kamu tarik kapanpun melalui ATM.

Namun, dari segi keuntungan persentase bunganya sangat kecil. Untungnya menggunakan investasi ini kamu tidak memiliki kewajiban untuk menyetorkan dana pada setiap waktunya. Jadi jika kamu sudah membuka tabungan kamu bebas mengisi saldo rekening kapanpun sesuai dengan keinginan kamu.

  • Dana minimal: Rp 10.000 – Rp 500.000.
  • Minimal Tenor: Tidak ada.
  • Suku bunga: 0.5% – 4% per tahun.
  • Deposito

Deposito merupakan suatu produk yang dimiliki oleh suatu perbankan yang tujuannya untuk membantu para nasabah untuk menyimpan dananya dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan beberapa ketentuan. Deposito juga dapat dicairkan sesuai dengan jangka waktu yang sudah disepakati oleh nasabah dan perbankan, mulai dari 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 6 bulan sampai 12 bulan.

Untuk memulainya, deposito membutuhkan dana minimal Rp. 5.000.000,-, dengan suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan. Suku bunga deposito sendiri berada di angka 4-6%. Semakin lama jangka waktu yang dipilih, bunga yang diberikan juga akan semakin besar.

  • Dana minimal: Rp 5.000.000 – Rp 10.000.000.
  • Minimal Tenor: 1 Bulan.
  • Suku bunga: 4% – 8% per tahun.

Baca Juga : 4 Faktor Penyebab Inflasi di Indonesia

  • Surat Berharga Negara (SBR dan ORI)

Surat Berharga Negara (SBN) merupakan surat utang yang diterbitkan oleh negara. Melalui surat utang ini, kamu bisa meminjamkan uangmu dan bisa mendapatkan kupon (imbal hasil) setelah masa tenor berakhir. Penerbitan surat utang ini memiliki tujuan untuk menghimpun dana dari masyarakat sebagai sumber pendanaan. 

Bentuk SBN ini beragam, namun kedua bentuk yang paling populer adalah SBR (Savings Bond Ritel) dan ORI (Obligasi Ritel Indonesia). Perbedaannya diantaranya minim: ORI bisa diperdagangkan di pasar sekunder, memiliki tenor 3 tahun dengan kupon fixed rate. Sedangkan SBR tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder, tenor biasanya 2 tahun dengan kupon floating with floor.

Salah satu hal mengapa SBN baik SBR maupun ORI diminati hingga kini karena tingkat keamanannya yang relatif baik. Keamanan yang cukup baik dikarenakan obligasi ini terkait dengan pemerintah sehingga prosesnya lebih aman. 

Dari segi jangka waktu pun relatif singkat. Ditambah lagi, investor ORI bisa memperdagangkannya di pasar sekunder sebelum jatuh tempo, sementara investor SBR juga memiliki fasilitas early redemption untuk pencairan lebih awal.

*tiap produk SBR dan ORI memiliki tingkat kupon yang berbeda

investasi jangka pendek

  • Reksadana

Reksadana adalah sebuah wadah dan pola pengelolaan dana maupun modal bagi para sekumpulan investor yang ingin berinvestasi dalam instrumen investasi yang tersedia di pasar modal dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana tersebut juga akan dikelola oleh Manajer Investasi (MI) untuk diinvestasikan ke dalam portofolio investasi, seperti saham, obligasi, pasar uang dan lainnya.

Reksadana ini juga memiliki sebuah cara untuk mereka yang ingin melakukan diversifikasi investasi dengan memecahnya ke beberapa instrumen. Seperti contoh, reksa dana saham. Investasi jenis satu ini harus ditanamkan ke beberapa perusahaan, tidak cukup hanya untuk perusahaan.

Hal ini akan berbanding dengan bunga yang kamu terima, karena apabila terjadi penurunan saham pada satu perusahaan, maka setidaknya tidak seluruh investasimu akan merugi. Bukan tidak mungkin malah dengan saat bersamaan nilai saham perusahaan malah naik.

  • Dana minimal: Rp100.000 – Rp 10.000.000.
  • Minimal Tenor: Tidak ada. Dapat dicairkan langsung.
  • Imbal hasil: 5% – 10% per tahun.
  • P2P Lending, Alternatif Pengembangan Dana Jangka Pendek

Kamu yang ingin mengembangkan dana jangka pendek juga bisa mencoba P2P Lending sebagai salah satu alternatif. Melalui P2P Lending kamu sebagai lender (pemberi pinjaman) bisa mendapatkan bunga dengan meminjamkan dana kepada borrower (peminjam).

Biasanya pendanaan P2P Lending memiliki tenor mulai dari 1-12 bulan. Jadi setelah masa tenor berakhir, kamu sudah bisa mendapatkan kembali pokok beserta bunganya kembali. Selain itu, sebagian besar borrower adalah UKM Indonesia yang membutuhkan pinjaman modal usaha, sehingga secara langsung kamu juga membantu para pengusaha-pengusaha lokal untuk mengembangkan bisnisnya!

  • Dana minimal: Rp100.000.
  • Minimal Tenor: mulai dari 1 bulan.
  • Bunga: hingga 16% per tahun.

Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk mencoba investasi jangka pendek? Apapun produk investasi yang kamu pilih, pastinya memiliki risiko, pelajari sebelum membeli. Juga pastikan untuk memilih platform investasi yang sudah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ya!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjutdapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

11 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here