Ini Daftar Holding BUMN, dari Pupuk Hingga Pariwisata

1
3440

Upaya pemerintah untuk mensinergikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus digencarkan. Strategi pembentukan holding diharapkan membuat BUMN solid dalam pengelolaan perusahaan. Terbentuknya sinergi antar anak perusahaan melalui koordinasi, pengendalian, serta pengelolaan yang dilakukan oleh induk perusahaan dapat memperkuat keuangan, aset, dan prospek bisnis.

Lebih lanjut mengenai  upaya holding BUMN kini terus dilakukan Pemerintahan Presiden Joko Widodo di bidang ekonomi ditandai dengan banyaknya pembentukan holding BUMN. Kebijakan yang ditujukan untuk memperkuat daya saing perusahaan-perusahaan BUMN di Indonesia tersebut masih terus berlanjut hingga kini.

Berikut ini daftar holding BUMN yang telah terbentuk hingga Oktober 2021:

Holding BUMN Sektor Pupuk

Holding BUMN sektor pupuk merupakan yang pertama kali berdiri dengan payung hukum Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 tahun 1997. PT Pupuk Indonesia bertindak sebagai induk holding, sedangkan PT Pupuk Sriwidjaja menjadi induk perusahaan (holding company).

Pasca-pembentukan holding pupuk, PT Pupuk Indonesia bertransformasi jadi produsen pupuk terbesar se-Asia Tenggara. Anak-anak usahanya mencakup:

  • PT Petrokimia Gresik
  • PT Pupuk Sriwidjaja
  • PT Pupuk Kujang
  • PT Pupuk Kaltim
  • PT Rekayasa Industri
  • PT Pupuk Iskandar Muda
  • PT Mega Eltra
  • PT Pupuk Indonesia Logisti
  • PT Pupuk Indonesia Energi
  • PT Pupuk Indonesia Pangan

Holding BUMN Sektor Semen

Holding semen terbentuk pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2012. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) bertindak sebagai induk yang membawahi anak-anak usaha sebagai berikut:

  • PT Semen Padang
  • PT Semen Gresik
  • PT Semen Tonasa
  • Thang Long Cement Joint Stock Company (TLCC)
  • PT Semen Indonesia Industri Bangunan
  • PT Semen Indonesia Aceh
  • PT Semen Kupang Indonesia
  • PT Semen Indonesia Beton
  • PT Semen Indonesia Logistic
  • PT Sinergi Informatika Semen Indonesia
  • PT Semen Indonesia International
  • PT Sinergi Mitra Investama
  • PT Kawasan Industri Gresik
  • Industri Kemasan Semen Gresik
  • PT Krakatau Semen Indonesia

Holding BUMN Sektor Perkebunan

Pembentukan holding sektor perkebunan sudah diagendakan sejak tahun 2002, tetapi realisasinya baru diteken oleh Presiden SBY pada tahun 2014. Proses yang lama berkaitan dengan tahapan kajian, sinkronisasi peraturan, hingga rapat koordinasi di tingkat kementerian.

PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) menjadi induk dari holding ini, membawahi 13 PTPN lainnya. Jadi, anak-anak usaha PTPN III adalah PTPN I, PTPN II, PTPN IV, PTPN V, PTPN VI, PTPN VII, PTPN VIII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, PTPN XIII, dan PTPN XIV.

Holding BUMN Sektor Kehutanan

Pembentukan holding kehutanan juga diresmikan pada tahun 2014. Perum Perhutani bertindak sebagai induk holding, membawahi PT Inhutani I, PT Inhutani II, PT Inhutani III, PT Inhutani IV, dan PT Inhutani V. Perusahaan-perusahaan ini bukan hanya menghasilkan kayu, melainkan juga merambah bisnis wisata, agroforestry, serta produksi pangan dari hasil hutan seperti sagu.

Holding BUMN Sektor Tambang

Inilah holding BUMN pertama yang terbentuk di era Presiden Joko Widodo, tepatnya pada tahun 2017. PT Indonesia Asahan Aluminium menjadi induk holding. Inalum selanjutnya membawahi anak-anak usaha yaitu PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk dan PT Freeport Indonesia.

Holding BUMN Sektor Energi (Migas)

Perusahaan-perusahaan pelat merah yang menggarap tambang minyak dan gas tidak masuk ke holding tambang, melainkan holding migas yang terbentuk pada April 2018. PT Pertamina menjadi holding company dengan lima sub-holding bidang energi, yakni:

  • PT Pertamina Hulu Energi
  • PT Perusahaan Gas Negara (PGAS)
  • PT Kilang Pertamina Internasional
  • PT Pertamina Power Indonesia
  • PT Patra Niags

Holding BUMN Sektor Farmasi

Holding BUMN yang bergerak di sektor farmasi dilakukan pada 2019. PT Bio Farma berperan sebagai induk holding, membawahi PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF).

Holding BUMN Sektor Asuransi dan Penjaminan

Holding asuransi terbentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2020. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia menjadi induk holding, dengan anak-anak usaha antara lain PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).

Holding BUMN Pariwisata 

Pada 4 Oktober lalu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi membentuk Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung di bawah naungan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero). Adapun untuk tahap pertama, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) menjadi pemimpin Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang beranggotakan sebagai berikut: PT Angkasa Pura I (Persero) PT Angkasa Pura II (Persero) PT Hotel Indonesia Natour (Persero) PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (Persero) serta PT Sarinah (Persero).

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin. 

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Penulis: Raymas Putro | Editor: Rimba Laut

1 COMMENT

Comments are closed.