Impairment Adalah : Pengertian, Contoh dan Cara Perhitungannya

1
1054
Impairment Adalah

Impairment adalah cara atau konsep yang erat kaitannya dengan fair value serta historical cost. Untuk lebih memahaminya, mari kita ulas definisi, contoh, dan bagaimana cara menghitung impairment.

Definisi Impairment

Impairment adalah istilah untuk menyebut perbandingan antara nilai perolehan aset di masa lalu (historical cost) dan nilai pasar di masa kini. Jika aset dinilai mengalami penurunan nilai, maka akan muncul istilah impairment asset. Impairment asset sendiri bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Perubahan material
  • Perubahan harga aset
  • Kerusakan fisik, dan
  • Pelepasan aset sebelum tanggal perkiraan

Impairment bisa dilakukan untuk mengetahui mana saja aset yang mengalami penurunan nilai. Dalam praktiknya, impairment dapat dilakukan pada semua aset kecuali beberapa yang dinilai tidak akan mengalami penurunan nilai, yaitu:

  • Aset pajak tangguhan
  • Aset imbalan kerja
  • Aset keuangan
  • Properti investasi pada nilai wajar
  • Aset bilogis
  • Aset karena kontrak asuransi
  • Aset tetap yang dimiliki untuk dijual

Contoh Impairment

Untuk lebih memahami implementasi impairment dalam akuntansi suatu perusahaan, mari kita ulas contohnya pada suatu kasus fiktif. Misalnya, PT VLF memiliki sebuah mesin yang dibeli pada tahun 2015 seharga Rp50 juta. Mesin ini diperkirakan memiliki nilai ekonomis hingga 5 tahun.

Pada tahun 2022, PT VLF memperkirakan adanya penurunan nilai pada mesin tersebut. Diperkirakan, nilai value in use mesin sekitar Rp20 juta. Untuk mengetahui impairment, langkah awal adalah dengan menghitung nilai depresiasi mesin per tahun yaitu, harga beli/nilai ekonomis.

Dalam kasus PT VLF berarti, Rp50.000.000/5 tahun yang hasilnya adalah Rp10.000.000. Berarti nilai depresiasi mesin milik PT VLF adalah Rp10.000.000 per tahun. Untuk mengetahui sisa nilai atau impairment mesin rumus perhitungan yang dipakai yaitu:

harga beli barang – (usia barang x nilai depresiasi barang)

Berdasarkan rumus di atas, maka nilai sisa buku mesin PT VLF per tahun 2022 yaitu, Rp50.000.000 – (3 x Rp10.000.000) = Rp20.000.000. Jika dibandingkan, nilai sisa buku mesin yaitu Rp20 juta dengan nilai value in use Rp30 juta, maka terdapat selisih sekitar Rp10 juta dengan posisi nilai value in use lebih besar. 

Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak ada loss on important asset, artinya perusahaan tidak memiliki aset yang memiliki penurunan nilai. Lain halnya apabia nilai sisa buku mesin lebih besar, berarti terdapat loss on important asset. Melihat contoh ini, mungkin Anda akan bingung tentang bedanya impairment dan depresiasi. Padahal secara bahasa, keduanya memiliki makna berbeda. Impairment adalah penurunan nilai aset secara permanen, sementara depresiasi merupakan distribusi biaya perolehan yang dikeluarkan oleh perusahaan selama masa manfaat suatu aset.

Baca juga: Barang Substitusi Adalah: Contoh dan Perbedaannya dengan Barang Komplementer

Cara Menghitung Impairment Asset

Berdasarkan contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa untuk menghitung impairment dalam suatu perusahaan, dibutuhkan beberapa informasi yaitu:

  • Besar depresiasi per tahun yang diperoleh dari rumus:

Nilai perolehan aset / Usia aset

  • Nilai sisa buku yang diperoleh dari rumus:

Nilai perolehan aset – (durasi depresiasi x nilai perolehan aset)

  • Value in use yang diperoleh dari perkiraan aliran arus kas dan diharapkan dapat dihasilkan oleh aset.

Dari perhitungan di atas, hasil impairment bisa diperoleh dan disimpulkan apakah ada penurunan nilai aset pada perusahaan atau tidak. Sebagaimana yang sempat disinggung sebelumnya, impairment bisa dilakukan pada hampir semua aset. Tetapi untuk aset tertentu, kita sangat dianjurkan untuk melakukan impairment rutin setiap tahunnya.

Aset yang termasuk dalam golongan tersebut adalah:

  • Aset tidak berwujud yang memiliki manfaat tidak terbatas
  • Aset tidak berwujud yang belum tersedia untuk digunakan
  • Goodwill yang diperoleh dalam penggabungan perusahaan

Kesimpulan

Setiap aset pasti akan mengalami depresiasi, terutama aset tetap perusahaan. Jadi perhitungan yang dilakukan biasanya hanya berlaku pada impairment sebab hal ini dilakukan tidak hanya pada aset tetap, tetapi juga aset lancar, dan tidak berwujud atau intangible asset.

Bagaimana, sudah cukup paham tentang impairment dan cara menghitungnya. Dari ulasan sebelumnya kita bisa melihat betapa impairment adalah bagian penting dari sebuah laporan akuntansi suatu perusahaan. Untuk memastikan perusahaan tetap untung, dibutuhkan laporan impairment akurat untuk mengetahui penurunan nilai aset. Semoga bermanfaat.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]