Hukum Penawaran: Pengertian, Faktor, hingga Bunyinya

1
389
Hukum Penawaran

Penawaran merupakan istilah yang sering muncul ketika kamu terjun ke dunia ekonomi. Istilah tersebut merujuk pada barang atau jasa yang dipunyai oleh seorang penjual atau produsen dan kemudian ditawarkan pada harga dan periode tertentu. Di waktu yang sama, Anda juga akan mengenal istilah yang disebut hukum penawaran. Lalu, apa hubungan keduanya? 

Pengertian Hukum Penawaran

Hukum penawaran adalah istilah yang memiliki kaitan sangat erat dengan penawaran. Bersama dengan hukum permintaan, keduanya merupakan landasan penting dalam ilmu ekonomi pasar. Hukum ini mengatur tentang interaksi antara penjual dan pembeli berkaitan dengan transaksi dagang sumber daya tertentu. 

Bunyi Hukum Penawaran

Menurut hukum penawaran, harga sebuah barang atau jasa punya kaitan erat dengan tingkat penawaran. Harga barang dan jasa akan mengalami peningkatan seiring dengan tingginya angka penawaran. Di sisi lain, pihak produsen akan berupaya mengurangi penawaran ketika harga barang dan jasa mengalami penurunan.

Pernyataan tersebut selaras dengan hukum penawaran yang berbunyi: 

“Kalau harga naik, penawaran meningkat, kemudian ketika harga turun, penawaran akan mengalami penurunan pula”. 

Seorang pebisnis perlu memahami cara kerja hukum penawaran agar aktivitas bisnis berjalan lancar. Pemahaman tentang hukum ini mendorong seorang pebisnis untuk mempertahankan agar harga barang dan jasa berada di angka yang menguntungkan. 

Faktor yang Mempengaruhi Hukum Penawaran

Dalam praktiknya, ada beberapa faktor yang memiliki pengaruh terhadap jumlah penawaran barang atau jasa, yaitu: 

1. Biaya Produksi

Faktor pertama yang punya kaitan erat dengan jumlah penawaran adalah biaya produksi. Biaya ini mencakup dengan jumlah pengeluaran selama proses produksi barang atau jasa. Ketika proses produksi memerlukan biaya yang lebih tinggi, produsen akan berupaya menurunkan angka penawaran.

2. Kemajuan Teknologi

Selanjutnya, tingkat penawaran sebuah barang atau jasa dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Keberadaan teknologi canggih dapat membantu pihak produsen dalam meningkatkan kemampuan produksi barang dan jasa. Dengan begitu, produsen bisa menghemat pengeluaran biaya produksi serta leluasa dalam mengatur kuantitas barang dan jasa. 

3. Tingkat Persaingan

Faktor yang tidak kalah penting adalah kondisi persaingan yang ada di pasar. Tingkat persaingan yang ketat dapat berpengaruh pada jumlah penawaran. Apalagi, ketika ada produsen baru yang berupaya menawarkan produk barang dan jasanya ke pasar. 

Kedatangan produsen baru membuat jumlah penawaran barang dan jasa semakin meningkat. Alhasil, tingkat persaingan di pasar semakin meningkat. Fenomena tersebut kemudian diikuti dengan adanya penurunan harga yang kemudian diikuti pula dengan adanya penurunan penawaran. 

4. Ketersediaan Sumber Daya

Ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan untuk produksi barang dan jasa juga punya pengaruh besar terhadap penawaran. Sumber daya ini tidak hanya mencakup bahan baku, tetapi juga tenaga kerja. Kelangkaan sumber daya berdampak pada keterbatasan penawaran dari pihak produsen.

5. Harga Barang dan Jasa

Ada pula pengaruh harga barang dan jasa terhadap tingkat penawaran. Ketika harganya meningkat, jumlah penawaran dari para produsen turut meningkat. Di waktu yang sama, penurunan harga juga dibarengi dengan menurunnya jumlah penawaran.

6. Waktu Produksi

Jumlah penawaran dipengaruhi oleh waktu produksi. Ketika produsen melakukan aktivitas produksi secara intensif, maka jumlah stok barang akan meningkat. Oleh karena itu, produsen berupaya untuk menjaga periode produksi sehingga tidak berpengaruh pada harga barang.

Baca juga: Pengertian Serta Contoh Kegiatan Produksi!

7. Kebijakan Pemerintah

Ada pula pengaruh penawaran yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah. Misalnya, pemerintah mendorong para produsen untuk gencar melaksanakan produksi untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Pada situasi tersebut, produsen akan berupaya keras dalam meningkatkan produksi. 

8. Pajak dan Subsidi

Kebijakan pajak dan subsidi dari pemerintah memiliki pengaruh besar terhadap harga jual produk. Oleh karena itu, kedua parameter ini berdampak pada tingkat penawaran. 

9. Perkiraan Harga di Masa Depan

Dalam menjalankan aktivitas bisnis, perusahaan kemungkinan memiliki perkiraan terkait adanya kenaikan harga barang dan jasa. Selanjutnya, perusahaan pun mengambil keputusan untuk menyesuaikan stok dan penawaran barang dan jasa.

10. Harga Bahan Baku Pengganti

Terakhir, ada faktor hukum penawaran berupa harga bahan baku pengganti. Keberadaan bahan baku pengganti dimanfaatkan pelaku usaha ketika bahan baku utama mengalami kenaikan harga. 

Contohnya adalah ketika bahan baku berupa kopi mengalami kenaikan. Sebagai imbasnya, jumlah penawaran bahan baku alternatif seperti teh jadi lebih murah. Oleh karenanya, angka penawaran produk teh meningkat. 

Nah, itulah pembahasan terkait hukum penawaran secara lengkap. Semoga bermanfaat.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]