H-30 ke 2021, Isi Kantong Makin Tebal atau Bolong?

0
467

Memiliki pendapatan sendiri tentu perlu menyusun perencanaan keuangan yang baik. Mengingat manajemen keuangan pribadi merupakan salah satu aspek penting yang harus dipelajari. Jika tidak, tentu akan membuat kantong jebol.

Menuju tahun 2021, Sobat perlu mengecek kembali keuangan. Apakah isi kantong makin tebal atau bolong? Untuk mengeceknya, coba review kembali pendapatan dan pengeluaran sepanjang 11 bulan terakhir. Mengutip beberapa artikel tepercaya, ada berbagai cara untuk mengetahui apa saja kegagalan keuangan pribadi di 2020 dan bagaimana cara mengatasinya?

Berikut tipsnya!

1. Menabung lebih rajin
Salah satu target keuangan pribadi yang sering dinyatakan banyak orang saat pergantian tahun adalah: berjanji ingin menabung lebih rajin. Hal ini untuk menyambut liburan bila di akhir tahun ketika momentum liburan. Namun kenyataannya, jarang yang kurang maksimal karena ada saja pengeluaran tak terduga.

Sob, target keuangan ingin lebih rajin menabung sebenarnya hal yang positif. Namun, bila Sobat mencantumkan target ini dalam daftar resolusi keuangan, Sobat perlu memperhatikan beberapa hal agar target menabung lebih rajin tidak terhenti menjadi keinginan belaka. Misalnya, target menabung lebih rajin di tahun yang baru harus diperjelas dengan berapa target tabungan yang hendak disisihkan setiap periode, bagaimana cara menabung agar target tersebut tercapai, dan di mana Sobat akan menabung.

Untuk memperbesar kemungkinan terwujud, target keuangan seperti menabung lebih rajin, harus spesifik dan jelas tahap pelaksanaannya. Sebagai gambaran. Sobat ingin lebih rajin menabung di tahun yang baru. Rencana detailnya adalah, Sobat akan menyisihkan minimal 10% dari penghasilan rutin bulanan dan menggunakan fitur auto debet di rekening bank. Tabungan tersebut akan Sobat tempatkan di produk investasi khusus setiap mencapai nominal tertentu. Dengan perencanaan yang detail, target keuangan tersebut bisa lebih mungkin Sobat jalankan.

2. Mencatat keuangan lebih rajin
Target keuangan berikutnya yang sering gagal dijalankan adalah janji untuk lebih rajin mencatat keuangan pribadi. Padahal memiliki catatan keuangan pribadi yang lengkap akan memudahkan Sobat dalam mengelola dan menjaga kesehatan finansial. Paling tidak ada tiga catatan keuangan yang perlu Sobat miliki.

Pertama, catatan arus kas finansial yang berisi arus keluar masuk penghasilan dan pengeluaran dalam periode tertentu, baik itu tahunan maupun bulanan.

Kedua, catatan neraca keuangan yang berisi paparan lengkap kondisi aset yang Sobat miliki dan juga macam-macam kewajiban yang masih Sobat tanggung.

Ketiga, catatan rencana bujet bulanan dan tujuan keuangan. Rencana anggaran mirip dengan catatan arus kas namun dalam kapasitas perencanaan. Sedangkan tujuan keuangan berisi perincian target-target keuangan Sobat, mulai dari target menabung tiap bulan untuk dana darurat, target menabung untuk dana pendidikan anak, dana pensiun, dan sebagainya.

Walau sekilas terlihat sederhana, nyatanya banyak orang mengaku gagal berkomitmen untuk rajin mencatat keuangan mereka. Untuk mengantisipasinya, Sobat sebenarnya bisa memanfaatkan berbagai macam jenis aplikasi personal finance yang kini banyak tersedia di gadget. Dengan bantuan aplikasi, Sobat bisa mencatat langsung di gadget tanpa repot membuka laptop atau mencatat di buku kas.

3. Membeli rumah sendiri
Memiliki rumah sendiri memang membutuhkan energi dan modal yang cukup besar. Maka itu, target keuangan berupa membeli rumah sendiri perlu komitmen yang serius. Harga rumah yang mahal, pergerakan harga yang kerap cukup drastis, ditambah tren suku bunga bank yang tengah tinggi, seringkali membuat seseorang semangatnya kendor di tengah jalan. Akhirnya, membeli rumah terhenti menjadi angan-angan semata.

Padahal, semakin Sobat menunda pembelian rumah, semakin sulit pula mewujudkannya mengingat harga rumah yang cukup kencang berlari. Maka itu, supaya target keuangan besar seperti ini tidak sampai gagal, Sobat perlu menyiapkan perencanaan yang spesifik. Mulai dari rumah seperti apa yang ingin Sobat beli, berapa harganya, lokasi di mana, dan bagaimana cara pembelian. Apakah dengan cara tunai, tunai bertahap, atau memanfaatkan kredit pemilikan rumah (KPR). Bila Sobat berencana memakai fasilitas KPR dari bank, maka hal paling dekat yang harus Sobat siapkan adalah kebutuhan uang muka dan persiapan kondisi keuangan agar kelak beban cicilan KPR masih bisa tertanggung oleh isi kantong Sobat.

Baca Juga:
Memasuki 3 Tahun, Akseleran Berhasil Tumbuh 42% di Q3 2020
Tips Mengatur Keuangan Bagi Pria Lajang

4. Memiliki asuransi jiwa
Mungkin saat ini tercatat sebagai pencari nafkah utama yang menanggung secara finansial kehidupan keluarga. Akan tetapi, Sobat belum memiliki asuransi jiwa. Padahal keberadaan asuransi jiwa cukup penting sebagai bentuk pengelolaan risiko finansial keluarga. Banyak orang yang sudah menyadari pentingnya asuransi jiwa untuk dimiliki. Tidak heran bila salah satu resolusi keuangan di tahun baru yang cukup banyak dicantumkan orang adalah memiliki asuransi jiwa. Namun, karena satu dan lain hal, target itu hanya terhenti di daftar keinginan semata.

Misalnya, karena menilai asuransi jiwa belum terlalu mendesak, harga polis asuransi jiwa dinilai mahal, bahkan banyak pula yang salah beranggapan bahwa asuransi jiwa tak lebih dari tindakan buang-buang uang semata. Bila sebenarnya Sobat sudah menyadari pentingnya berasuransi jiwa, ada baiknya Sobat membenahi lebih dulu pola pikir yang tepat tentang asuransi jiwa.

Setelah itu, buatlah langkah yang detail untuk mewujudkan target memiliki asuransi jiwa. Mulai dari menghitung berapa nilai uang pertanggungan yang Sobat butuhkan, produk asuransi jiwa apa yang cocok untuk kebutuhan, berapa bujet yang Anda siapkan dan provider asuransi mana yang bisa membantu Sobat menutup kebutuhan tersebut. Semakin spesifik rencana Sobat untuk memiliki asuransi jiwa, akan semakin besar kemungkinan untuk mewujudkan.

5. Mulai mengembangkan dana
Sudah bekerja sekian tahun tapi dana tidak berkembang? Banyak orang yang menyadari bila selama ini mereka baru sebatas menabung di instrumen yang pertumbuhannya masih di bawah inflasi. Mulai tahun depan, yuk kembangkan danamu di Peer to Peer (P2P) Lending Akseleran. Mengembangkan dana di Akseleran, mudah, aman dan menguntungkan. Kenapa? Karena di Akseleran, mulai dari Rp100.000. Sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta sudah tersertifikasi ISO270001 full scope. Tak hanya itu, Sobat juga akan mendapatkan imbal hasil hingga mencapai 21% per tahun.

Mulai sekarang, yuk buat perencanaan keuangan pribadimu agar lebih terukur dan terarah di tahun 2021 mendatang.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]