Apa Sih Growth Investing? Ini Cara Memulainya!

0
406
Growth Investing
Growth Investing

Investasi dalam bentuk apa pun harus kamu lakukan dengan penuh perhitungan. Dalam dunia saham, kamu akan mengenal strategi yang disebut dengan istilah growth investing. Strategi investasi yang satu ini menitikberatkan pada potensi perkembangan bisnis. Investor menaruh harapan pada potensi keuntungan yang bisa didapatkan dalam beberapa tahun mendatang. 

Seorang growth investor melakukan pembelian saham tanpa memperhitungkan harganya. Mereka akan melakukan transaksi saat saham berada pada harga murah ataupun mahal. Selanjutnya, mereka berharap harga saham akan mengalami kenaikan seiring perkembangan bisnis. Hasilnya, saham yang mereka miliki mempunyai harga berlipat ganda. 

Pengertian Growth Investing

Growth investor melakukan penilaian terhadap potensi perusahaan sebelum melakukan investasi. Saham-saham yang termasuk dalam kategori potensial, umumnya mempunyai harga mahal. Bahkan, harganya kerap melebihi harga wajar di pasaran. 

Saham perusahaan yang kerap menjadi incaran para growth investor biasanya adalah perusahaan baru. Mereka tengah rajin-rajinnya melakukan ekspansi. Perusahaan itu pun menjanjikan inovasi dan secara finansial belum berada pada tahap mapan. 

Perusahaan dengan kategori ini kemungkinan besar bakal mengalami pertumbuhan dengan cepat. Mereka pun akan memperoleh pendapatan serta laba lebih banyak yang kemudian akan berdampak pada harga saham. Kalau melakukan investasi pada perusahaan yang tepat, investor bisa memperoleh profit sangat tinggi. 

Profit yang diharapkan oleh investor saat menerapkan strategi growth investing berasal dari capital gain. Perlu kamu ketahui, perusahaan yang tengah berkembang punya kecenderungan menerapkan kebijakan reinvestasi. Mereka memilih untuk berekspansi dan tak membagikan dividen. 

Aspek Penting dalam Penilaian Strategi Growth Investing

Saat menerapkan strategi growth investing, seorang investor perlu melakukan pertimbangan secara matang. Terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan secara seksama, di antaranya: 

1. Histori Pertumbuhan Pendapatan

Kalau ingin menjadi seorang growth investor, kamu perlu mempertimbangkan faktor histori pertumbuhan pendapatan perusahaan. Idealnya, perusahaan yang bisa kamu pilih adalah mereka yang mempunyai pendapatan konstan setidaknya 5 atau 10 tahun ke belakang. 

Dalam praktiknya, pertumbuhan earning per share (EPS) perusahaan bisa berbeda-beda, bergantung pada valuasi. Perusahaan yang memiliki valuasi sebesar US$4 miliar, setidaknya perlu memiliki pertumbuhan pendapatan sebesar 5%. Kalau valuasinya kurang dari US$400 juta, pertumbuhan yang ideal di kisaran 7%.

Umumnya, pertumbuhan pendapatan mengalami penurunan seiring dengan peningkatan valuasi perusahaan. Fenomena ini cukup lumrah. Perusahaan yang punya valuasi kecil, punya banyak aspek yang bisa ditingkatkan. Sementara itu, perusahaan besar memiliki tantangan tinggi dalam mengembangkan bisnis. 

2. Proyeksi Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan 5 Tahun Mendatang

Perusahaan menyusun laporan pendapatan tiap kuartal atau per tahun. Sebelum pengumuman tersebut, equity analyst biasanya menyusun laporan berkaitan dengan estimasi pendapatan perusahaan. Kamu bisa memanfaatkan informasi ini untuk menilai potensi pertumbuhan perusahaan. 

Seorang growth investor akan mempertimbangkan untuk membeli saham perusahaan yang memiliki pertumbuhan pendapatan positif. Apalagi, kalau perusahaan tersebut mempunyai nilai pertumbuhan yang sangat tinggi, dan berada di atas rata-rata sektor industri. 

3. Profit Margin

Dalam menilai potensi perusahaan, kamu perlu mengetahui nilai profit margin. Angka dari profit margin bisa kamu jadikan indikator untuk melakukan penilaian profitabilitas perusahaan. Kalau perusahaan memiliki profit margin yang terus mengalami peningkatan, pertimbangkan untuk membeli sahamnya. 

Baca juga: Mengenal Margin dalam Dunia Bisnis dan Keuangan

4. Return on Equity

Aspek selanjutnya yang harus kamu cermati adalah ROE. Istilah ini merujuk pada hasil pembagian antara pendapatan bersih dengan shareholder equity. ROE yang terus mengalami peningkatan merupakan indikator manajemen perusahaan yang positif. Jadi, perusahaan itu sangat potensial untuk kamu pilih.

5. Performa Saham

Faktor terakhir yang tak boleh kamu lupakan adalah performa saham perusahaan. Kamu dapat mengamati harga saham dalam beberapa tahun terakhir. Apakah saham tersebut mengalami peningkatan harga yang cukup signifikan? 

Sebagai contoh, perusahaan yang nilai sahamnya mengalami peningkatan mencapai 2 kali lipat dalam jangka 5 tahun merupakan kandidat yang potensial. Namun, pertumbuhan harga saham sebesar 15% sudah cukup baik dan layak untuk kamu pilih sebagai kandidat growth investing.

Itulah pengetahuan menarik yang bisa kamu dapatkan terkait konsep investasi berbasiskan perkembangan perusahaan. 

Kembangkan Juga Dana di Akseleran dan Dapatkan Potensi Imbal Hasil Hingga 16% Per Tahun!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]