5 Alasan Mengapa Fitur Gesekan Tunai Berbahaya

0
932
Gesek Tunai
Gesek Tunai

Gesekan Tunai atau gestun bisa dikatakan sebagai kegiatan menarik dana dengan memakai kartu kredit di lokasi atau merchant yang memiliki layanan atau mesin gesek untuk kartu kredit. Jadi, nasabah akan tampak seperti sedang melakukan transaksi belanja pada merchant tersebut. Padahal, yang diperoleh bukanlah barang melainkan uang tunai. 

Gesekan tunai menjadi salah satu solusi bagi orang-orang yang memiliki kartu kredit untuk memperoleh uang tunai tanpa harus menariknya melalui ATM. Jadi, gesek tunai ini akan memungkinkan nasabah melakukan penarikan uang tunai melalui kartu kredit. 

Sayangnya, masih tidak banyak yang mengetahui bahwa melakukan penarikan uang melalui kartu kredit bukanlah solusi melainkan hanya memberikan masalah baru. Pasalnya, setiap tarikan melalui kartu kredit berarti menambah jumlah hutang yang harus dibayarkan nantinya.

Mengapa Gestun Menjadi Pilihan?

Ternyata, melakukan penarikan uang tunai atau gestun melalui kartu kredit menjadi cara yang lebih banyak dipilih oleh nasabah. Beberapa alasannya, yaitu:

  • Beban Biaya Penarikan Lebih Rendah

Saat melakukan penarikan uang tunai melalui ATM, nasabah akan dibebankan biaya sebesar 4 persen. Sementara dengan kartu kredit, penarikan uang tunai hanya akan dibebankan biaya sebesar 2 hingga 3 persen.

  • Tanpa Batasan 

Penarikan uang tunai yang dilakukan di ATM memiliki batasan yang mengharuskan nasabah melakukan penarikan lebih dari satu kali. Namun, gesek tunai tidak memiliki batasan sehingga nasabah bisa melakukan penarikan berapa pun, bahkan hingga batas limit kartu kredit yang dimiliki.

  • Biaya Bunga yang Lebih Ringan

Selain itu, biaya bunga yang dibebankan pada gesekan tunai juga terbilang lebih ringan. Tidak seperti ATM yang membebankan bunga yang cukup besar karena diibaratkan sebagai bisnis ritel.

  • Pemotongan Tagihan Secara Langsung

Fitur gestun akan langsung memotong biaya penagihan ketika nasabah melakukan tarik tunai dengan kartu kredit. Contohnya, ketika Anda melakukan penarikan sebesar Rp2 juta, jumlah uang yang nantinya Anda terima adalah Rp1.940.000 karena telah dipotong biaya tarik tunai sebesar 3 persen.

Mengapa Gestun Dilarang?

Akan tetapi, gesek tunai menggunakan kartu kredit dilarang keras oleh Bank Indonesia meski memiliki banyak nilai lebih dan kemudahan untuk para nasabah. Ini karena Bank Indonesia menduga akan terjadi banyak kerugian yang dialami baik dari nasabah itu sendiri, bank sebagai pemberi kartu kredit, dan negara.

  • Memiliki Potensi Terjadinya Kredit Macet

Saat nasabah bisa melakukan penarikan uang tunai hingga mencapai limit yang diberikan, potensi terjadinya kredit macet akan sangat besar karena ditakutkan nasabah tidak mampu membayar kembali tagihan. 

Ini disebabkan karena jumlah tagihan yang semakin besar sementara penghasilan Anda tidak mengalami peningkatan atau tetap segitu saja. Jangan lupa, ada bunga yang dibebankan pada nasabah saat penagihan sebesar 2 persen. 

Baca juga: Kredit Macet Akseleran Apa Kabar?

  • Berisiko Tinggi Terjadi Pencucian Uang (Money Laundering)

Larangan fitur gesek tunai baik untuk nasabah maupun pihak penyedia layanan tersebut dilakukan guna mencegah risiko terjadinya pencucian uang atau money laundry oleh berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tidak hanya itu, fitur gesek tunai dengan menggunakan kartu kredit yang dilakukan di merchant tertentu juga sangat berisiko tinggi terhadap tindak penyalahgunaan maupun pencurian data. Belum lagi maraknya tindak pembobolan kartu kredit dan rekening yang sering terjadi pada nasabah yang melakukan pengambilan uang melalui merchant. 

  • Terjadi Penyalahgunaan Pemanfaatan Kartu Kredit

Coba ingat kembali, apa tujuan awal Anda membuat pengajuan kepemilikan kartu kredit? Sebenarnya, kartu kredit merupakan sebuah sarana yang membantu memudahkan transaksi pembayaran yang Anda lakukan. Namun, fitur gestun justru mengubah fungsi utama kartu kredit sebagai alat yang justru semakin menambah hutang Anda.

  • Jumlah Tagihan yang Semakin Membengkak

Semakin sering gesek tunai dengan kartu kredit dilakukan, maka semakin besar pula tagihan yang harus Anda bayarkan di akhir bulan. Ini ditambah pula dengan bunga tagihan yang berbeda dengan bunga yang dibebankan saat penarikan.

  • Memicu Ketagihan untuk Melakukan Penarikan Kembali

Segala kemudahan yang ditawarkan saat melakukan tarik tunai dengan kartu kredit dibandingkan dengan ATM memang sangat menggiurkan. Inilah yang membuat gesek tunai sangat diminati. Hati-hati, tanpa disadari, ini akan memicu ketagihan untuk terus melakukan penarikan tunai.

Jangan sampai tergiur untuk melakukan penarikan tunai melalui kartu kredit atau gestun meski banyak sekali kemudahannya. Bijaklah menggunakan kartu kredit tetap sebagai alat pembayaran.

Untuk Menghindari Penggunaan Kartu Kredit, Ada Baiknya Justru Kamu Kembangkan Dana di Akseleran dengan Keuntungan Hingga 15% Per Tahun!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 15% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]