Ini Penjelasan Lengkap Seputar Gross Domestic Product (GDP)

0
221
GDP Adalah

GDP adalah kependekan dari Gross Domestic Product atau yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan salah satu indikator kemajuan perekonomian suatu negara. GDP didapatkan dari penjumlahan setiap nilai tambah yang diperoleh dari seluruh unit usaha di dalam suatu negara.

Bisa juga berasal dari hasil akhir dari jumlah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh semua unit perekonomian. Secara umum, GDP dapat menjadi sebuah metode dalam menghitung pendapatan nasional.

Bagaimana Menghitung GDP?

Bila GDP adalah gambaran dari nilai total dari penjualan seluruh barang dan jasa yang diproduksi selama jangka waktu tertentu, maka GDP juga bisa disebut sebagai seluruh penghasilan dari masyarakat dan bisnis, termasuk di dalamnya gaji para pekerja atau karyawan. Dari GDP, kita nanti bisa mengetahui sektor perekonomian mana saja yang mengalami peningkatan dan penurunan.

Menghitung GDP tidaklah mudah, tetapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai pendekatan, seperti:

Lewat Pendekatan Produksi

GDP adalah jumlah nilai tambah dari barang dan jasa yang diproduksi oleh unit-unit usaha di suatu negara dalam periode waktu tertentu, biasanya dalam satu tahun. Unit-unit produksi tersebut akan dikelompokkan menjadi 9 sektor, yaitu:

  • Pertambangan dan penggalian
  • Pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan
  • Listrik, gas, dan air bersih
  • Perdagangan, hotel, dan restoran
  • Pengangkutan dan komunikasi
  • Konstruksi
  • Jasa-jasa pelayanan pemerintah
  • Keuangan, real estate, dan jasa perusahaan
  • Industri pengolahan

Pendekatan Pendapatan

Dalam pendekatan ini, GDP adalah total dari balas jasa yang diperoleh dari elemen-elemen produksi yang turut andil dalam proses produksi di dalam sebuah negara pada kurun waktu tertentu.

Metode perhitungannya dengan cara menjumlahkan pendapatan seluruh karyawan, keuntungan perusahaan, pendapatan dari hak cipta, pendapatan dari sewa dan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII).

Pendekatan Pengeluaran

Pendekatan pengeluaran dapat dihitung dengan menjumlahkan pengeluaran konsumsi total (rumah tangga dan pemerintah), pembentukan modal tetap bruto, inventori, ekspor, dan impor.

GDP Nominal dan GDP Riil

Bicara mengenai GDP, kita juga akan menyinggung tentang GDP nominal dan GDP riil. Menurut Ricky W. Griffin, GDP nominal tidak terpengaruh dan tidak memperhitungkan inflasi, sedangkan GDP riil sebaliknya, sangat memperhitungkan inflasi yang ada.

Dalam GDP nominal, nilai barang dan jasa yang dihasilkan pada jangka waktu tertentu, bisa tahunan atau kuartal, dihitung sesuai dengan harga yang berlaku pada waktu tersebut. Namun, harga-harga yang ada biasanya akan mengalami kenaikan karena inflasi dan menyebabkan GDP nominal mengalami kenaikan, meskipun jumlah barang dan jasa yang diproduksi tidak berubah.

Walaupun demikian, data yang ditunjukkan oleh GDP nominal tidak merepresentasikan kenaikan harga. Dari sini kemudian GDP riil ambil bagian. GDP riil digunakan untuk mengukur GDP secara tahunan hal ini karena data yang dihasilkan diklaim lebih akurat menggambarkan bagaimana perekonomian sebuah negara sebenarnya.

GDP riil ini didapat dari BEA yang biasanya akan mundur ke tahun atau kuartal sebelumnya dan kemudian barang dan jasa diukur nilainya serta disesuaikan untuk digunakan dalam mengukur inflasi.

GDP di Dalam Masyarakat

Umumnya, angka pengangguran rendah dan pendapatan upah masyarakat yang meningkat dijadikan sebagai salah satu faktor penilai untuk mengukur kesehatan perekonomian negara. Ini didasarkan kepada tingginya permintaan tenaga kerja oleh berbagai macam sektor bisnis dalam memenuhi kebutuhan produksi yang meningkat karena pertumbuhan ekonomi.

Namun, jika GDP tumbuh terlalu cepat, maka bank sentral (dalam hal ini Bank Indonesia) akan meningkatkan suku bunga yang ada untuk mengimbangi laju inflasi yang terjadi, seperti harga barang dan jasa yang meningkat tajam.

Hal ini bisa saja membuat biaya-biaya yang dibutuhkan untuk kredit kendaraan dan perumahan menjadi semakin tinggi. Di sektor bisnis juga akan mengalami kenaikan pada pinjaman modal dan pembayaran upah serta gaji para karyawannya.

Bila yang terjadi sebaliknya, GDP tumbuh secara lambat, maka hal yang dihadapi oleh masyarakat salah satunya adalah resesi yang bisa memicu pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan secara sepihak. Daya belanja masyarakat dan pendapatan bisnis juga akan berimbas.

GDP adalah salah satu tolok ukur perkembangan ekonomi suatu negara, tetapi ternyata perhitungan GDP tidak sesederhana yang selama ini kita bayangka. Ada berbagai macam hal yang juga perlu dipahami sebelum kita membahas bagaimana GDP negara kita ini bisa meningkat dan tetap stabil. 

Tingkatkan GDP di Indonesia dengan Melakukan Pendanaan di Akseleran!

Tingkatkan GDP di Indonesia dengan mulai melakukan pendanaan di P2P Lending dari Akseleran. Karena Akseleran merupakan salah satu alternatif investasi dengan imbal hasil hingga 21% per tahun. Memulai mengembangkan dana di aplikasi P2P Lending Akseleran bisa dimulai dengan dari Rp100 ribu saja.

voucher promo akseleran blog blog100

Akseleran AppsAkseleran juga memberikan dana awal sebesar Rp100 ribu bagi mereka yang ingin mencoba mengembangkan dana di Akseleran. Cukup gunakan kode voucher BLOG100 saat mendaftar, pengguna baru aplikasi Akseleran bisa langsung coba menyalurkan dana ke UKM. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected] Segera unduh aplikasi Akseleran sekarang di  Google Play atau Apple App Store.