Elastisitas Penawaran: Definisi dan Cara Perhitungannya

0
5000
Elastisitas Penawaran

Artikel ini akan merangkum definisi elastisitas penawaran dan bagaimana cara menghitungnya untuk kasus sebuah produk. 

Konsep sederhananya yaitu: suatu barang atau jasa pasti memiliki penawaran elastis ketika persentase perubahan jumlah yang ditawarkan melebihi persentase perubahan harganya. Dengan begitu, dalam kebanyakan kasus, penyedia atau pemasok dapat merespons perubahan harga dengan cepat karena mengetahui harga elastisitas penawarannya.

Pengertian Elastisitas Penawaran dan Hukumnya

Melansir dari Warta Ekonomi, elastisitas penawaran adalah suatu istilah dalam ekonomi mikro yang menafsirkan pengaruh dari besar atau kecilnya persepsi terhadap perubahan jumlah barang yang ditawarkan karena perubahan harga.

Berdasarkan teori ekonomi, dalam hukum supply and demand, penawaran (supply) suatu barang atau jasa akan naik apabila harganya mengalami kenaikan. Begitu pun sebaliknya, penawaran (supply) terhadap suatu barang atau jasa menjadi berkurang pada saat harga turun.

Dengan demikian, agar bisa mengukur perubahan seperti itu, kita memerlukan konsep elastisitas penawaran yang bisa mengukur tingkat kuantitas yang ditawarkan sebagai respons terhadap perubahan harga.

Jenis-jenis Elastisitas Penawaran

Penawaran Inelastis Sempurna (Perfectly Inelastic Supply)

Suatu barang atau jasa memiliki penawaran yang tidak elastis sempurna jika jumlahnya dipasok dengan berapa pun harganya. Elastisitas penawaran seperti itu adalah nol, artinya tidak ada elastisitas. 

Contohnya, jenis elastisitas seperti ini yaitu pasokan barang-barang eksklusif seperti lukisan Mona Lisa. Berapa pun harga yang ditawarkan, permintaan akan penawaran barang tersebut tidak akan mengalami kenaikan.

Penawaran yang Relatif Kurang Elastis (Relatively Less-Elastic Supply)

Ketika perubahan penawaran relatif lebih kecil dibandingkan dengan perubahan harga, kita bisa mengatakan bahwa produk tersebut memiliki penawaran yang relatif kurang elastis. Dalam kasus seperti ini, elastisitas harga penawaran diasumsikan nilainya kurang dari angka 1.

Penawaran Elastis yang Relatif Lebih Besar (Relatively Greater-Elastic Supply)

Jika perubahan penawaran relatif lebih banyak dibandingkan dengan perubahan harga, kita asumsikan bahwa produk tersebut memiliki penawaran yang relatif lebih elastis. Artinya, nilai elastisitas harga penawaran lebih besar dari angka 1.

Baca juga: Komponen yang Berguna dalam Membangun Bisnis Berkelanjutan

Elastis Kesatuan (Unitary Elastic)

Untuk produk dengan elastisitas unit penawaran, perubahan kuantitas yang ditawarkan dari suatu produk persis sama dengan perubahan harganya. Dengan kata lain, perubahan harga dan penawaran barang atau jasa itu saling proporsional satu sama lain. Itu artinya, nilai elastisitas harga penawaran dalam kasus seperti itu sama dengan 1. 

Penawaran Elastis Sempurna (Perfectly Elastic Supply)

Suatu barang atau jasa dengan penawaran elastis sempurna memiliki elastisitas tak terhingga. Dalam kasus seperti itu, penawaran menjadi nol. 

Jenis penawaran elastis seperti ini menunjukkan fakta bahwa pemasok komoditas semacam itu bersedia memasok sejumlah produk dengan harga lebih tinggi. Dalam kurva penawaran elastis sempurna, garis lurus sejajar dengan kuantitas atau jumlah produk.

Cara Menghitung Nilai Elastisitas Penawaran

Sumber gambar: Ajar Ekonomi

Dari kurva elastisitas penawaran sempurna di atas, bisa ditafsirkan bahwa: produk A pada harga tertentu menjadi tolok ukur produk B yang mengalami peningkatan kuantitas penawaran karena adanya kenaikan harga dari produk tersebut.

Maka dari itu, produk B memiliki harga penawaran elastis sebagai respons dari kenaikan harga dari produk A (produk sebelumnya). Nilai elastisitas harga penawaran tercipta karena persentase perubahan kuantitas atau jumlah produk yang ditawarkan dibagi dengan persentase perubahan harga produknya. 

Jika digambarkan dalam bentuk formula, rumus elastisitas penawaran adalah sebagai berikut:

Harga Elastisitas Penawaran = Persentase Kuantitas Penawaran Produk ÷ Persentase Perubahan Harga

Simpulan

Alfred Marshall, seorang ekonom Inggris, memberikan konsep elastisitas permintaan dan penawaran dalam buku “Principles of Economics” pada tahun 1890. Ia juga menjelaskan bahwa harga beberapa barang seperti obat-obatan, garam, bensin, dan kebutuhan pokok lainnya dapat naik tanpa mengurangi permintaannya di pasar, yang berarti harganya tidak elastis. Hal itu terjadi karena barang-barang tersebut sangat penting bagi kehidupan sehari-hari.Itulah penjelasan lengkap mengenai definisi, jenis-jenis, dan cara menghitung elastisitas penawaran. Sebagai pelaku usaha, Anda harus bisa melihat harga elastisitas suatu barang atau jasa guna memaksimalkan keuntungan. Adapun bagi konsumen dari komoditi tertentu, ilmu ini bisa menjawab pertanyaan jika suatu saat harga barang pokok naik di pasaran.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]