Dropship dan Reseller, Mana yang Lebih Menguntungkan?

0
3490
Dropship Adalah

Tidak dapat dimungkiri, kemajuan dunia teknologi digital menjadi salah satu faktor makin maraknya usaha baru yang berkembang dengan metode online shopping. Salah satunya adalah yang dikenal dengan istilah dropship

Apa itu Dropship?

Dropship adalah suatu sistem transaksi saat penjual berperan sebagai supplier dan pembeli bertindak sebagai distributor. Namun, pada metode bisnis ini, pembeli tak perlu membeli produk yang akan didistribusikan terlebih dahulu. Bagi mereka yang ingin memulai usaha tetapi minim modal, bisnis dropship adalah solusi yang cukup baik. 

Bila ingin mencoba bekerja sebagai seorang dropshipper, Anda dapat memanfaatkan media internet untuk mencari berbagai supplier potensial. Masih banyak supplier yang masih minim sumber daya manusia dalam mempromosikan atau setidaknya memperkenalkan produk mereka secara luas. Nah, dropship adalah sistem bisnis yang menawarkan promosi produk-produk para supplier.

Bisnis dropship tidak membutuhkan modal secara signifikan. Modal terbesar adalah strategi pintar dan kegigihan Anda dalam mempromosikan maupun menjual produk. Selebihnya, Anda dapat membuat desain logo dan website yang menarik untuk menambah branding awareness pada produk yang ditawarkan. 

Apakah Perbedaan antara Dropship dan Reseller?

Lalu, apa bedanya dropshipper dengan reseller? Masih banyak orang yang bingung ketika harus memilih di antara dua pilihan bisnis tersebut. Keduanya memang sesuai bagi mereka yang sedang mencari penghasilan tambahan atau pekerjaan sampingan. Namun, Anda perlu mengetahui perbedaan antara keduanya terlebih dahulu. 

Seperti diketahui sebelumnya, bisnis dropship adalah bisnis kerja sama antara supplier dan distributor tanpa modal. Di sini, seorang dropshipper tak perlu membeli produk untuk dijual kembali. Sementara itu, seorang reseller yang sama-sama terkait dengan bisnis dagang harus memiliki modal untuk memulai bisnisnya. Metode penjualan reseller pun berbeda. Berikut ini ulasannya. 

  • Perbedaan Berdasarkan Modal

Bila perbedaan didasarkan pada jumlah modal, dropshipper tidak membutuhkan modal besar. Mengapa? Seorang dropshipper tidak harus membeli produk untuk dijual kembali. Hanya berbekal pulsa telepon/ponsel, paket data internet, serta informasi yang dibutuhkan untuk membangun bisnis dropship, Anda sudah siap bekerja sebagai seorang dropshipper.

Sementara itu, untuk menjadi seorang reseller, Anda harus mengeluarkan uang untuk modal usaha karena produk harus dibeli terlebih dahulu sebelum dijual kembali. Itu belum termasuk modal operasional seperti pulsa telepon, paket data, serta ongkos kirim/transportasi. 

  • Cara Kerjanya pun Berbeda

Sistem kerja dropshipper dan reseller juga berbeda. Reseller bekerja seperti pedagang pada umumnya. Mereka harus membeli produk dari supplier sebelum dijual kembali kepada konsumen.

Sementara itu, dropship adalah bisnis dengan sistem kerja mempromosikan produk pada konsumen tanpa harus membeli produk tersebut dari supplier. Bila terdapat pesanan, dropshipper akan mengontak supplier untuk mengirimkan produknya langsung pada konsumen. 

  • Lebih Menguntungkan yang Mana, Ya?

Bila berbicara soal keuntungan, tentunya reseller dapat keuntungan yang lebih besar dibandingkan dropshipper. Itu karena reseller biasanya mendapatkan produk dari supplier dengan harga termurah. Setelah itu, mereka dapat menentukan sendiri harga jual mereka pada konsumen. 

Di sisi lain, dropship adalah solusi bagi mereka yang ingin berbisnis tanpa modal, tetapi keuntungannya pun tak sebesar keuntungan reseller. Sebab, dropshipper hanya bertindak sebagai perantara saja antara supplier dan konsumen. Keuntungan biasanya didapatkan berdasarkan komisi penjualan produk. 

Baca juga: Nikmati Kemudahan Pinjaman Bunga Rendah di Akseleran!

  • Namun, Masing-Masing Juga Memiliki Risiko!

Kedua pekerjaan ini dapat juga berisiko. Meskipun bisnis dropship adalah jenis usaha yang tampak mudah dijalankan, terdapat pula tantangan yang cukup berat seperti kosongnya persediaan produk pada supplier di saat ada pesanan dari konsumen. Jika stock produk kosong dalam waktu lama, otomatis tidak ada pemasukan bagi seorang dropshipper.  

Demikian pula dengan reseller. Jika produk yang sudah dibeli dari supplier banyak yang tidak terjual, ia pun akan mengalami kerugian. Terkadang, reseller harus menjual produk yang tidak laku tersebut dengan harga yang sangat rendah untuk setidaknya mendapatkan pemasukan minimum.

Nah, itulah sederet perbedaan antara bisnis dropship dan reseller. Pilih dengan bijak serta pertimbangkan secara matang, jenis usaha mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Sistem kerja dropship adalah solusi mudah dan menarik dalam mempromosikan produk, tetapi reseller mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Jangan lupa, persiapkan pula mental Anda untuk menghadapi risiko usaha yang disebutkan di atas. 

Terakhir, semoga sukses menjalankan usahanya, ya!

Ajukan Pinjaman Sekarang dan Dapatkan Kemudahan Pinjaman Modal Usaha di Akseleran!

Dapatkan pinjaman dengan bunga kompetitif dan kemudahan proses pengajuan. Ajukan pinjaman untuk mengembangkan usahamu sekarang. Akseleran juga sudah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

pinjaman modal usaha

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]