Ini Beberapa Perbedaan Divestasi dan Investasi!

0
2071
Divestasi Adalah

Istilah “investasi” pasti sudah banyak dikenal bahkan oleh awam yang tidak berkecimpung langsung di dunia ekonomi dan keuangan. Investasi adalah kegiatan menggunakan uang atau modal untuk membeli properti, emas, saham, atau instrumen investasi lain demi mendapatkan nilai uang yang lebih besar. Perusahaan dapat berinvestasi dengan menambah aset.

Namun, apa yang dimaksud dengan divestasi? Ya, divestasi adalah kebalikan dari investasi. Divestasi di bidang ekonomi berarti pengurangan aset dalam bentuk keuangan atau barang. Ini juga bisa dianggap sebagai bisnis penjualan dari perusahaan. Nah, apa saja hal-hal yang membedakan divestasi dan investasi? Simak rangkumannya berikut ini. 

  • Motivasi Melakukan Divestasi dan Investasi

Investasi adalah kegiatan perusahaan untuk menambah aset demi mengembangkan perusahaan. Sementara itu, divestasi adalah mengurangi aset yang dimiliki.

Keduanya didorong oleh motivasi yang berbeda. Alasan melakukan investasi antara lain mempersiapkan kebutuhan masa depan. Hal ini juga berlaku untuk perorangan. Investasi juga bertujuan untuk menambah nilai aset atau melindungi dari inflasi. Salah satu contohnya, membeli emas.

Divestasi didorong oleh beberapa motif, salah satunya adalah agar bisa fokus pada potensi terbaik perusahaan. Sejumlah perusahaan besar telah melakukan hal ini, misalnya Ford Motor Company. Kedua, divestasi dilakukan untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

Alasan lain perusahaan melakukan divestasi adalah agar nilai likuidasi aset pribadi perusahaan lebih tinggi dari nilai pasar. Hal ini diyakini oleh sejumlah perusahaan saat melakukan divestasi. Selain itu, divestasi juga bisa dilakukan pada unit bisnis yang sebenarnya tidak menguntungkan. Unit bisnis usaha yang terlalu banyak berisiko meningkatkan kegagalan.

  • Cara Melakukan Divestasi dan Investasi

Ada 4 cara yang bisa dilakukan perusahan terkait divestasi, yaitu penjualan, spin-off, carve-out, dan tracking stock. Di antara keempatnya, penjualan adalah yang paling umum dilakukan. Penjualan dapat dilakukan pada divisi, unit, atau sekelompok aset, kepada perusahaan lain. Penjualan biasanya melibatkan dana tunai meski tidak selalu.

Spin-off adalah mengubah sebuah divisi menjadi entitas terpisah dan membagikan sahamnya kepada para pemegang saham. Perbedaan spin off dan penjualan adalah perusahaan tidak memperoleh dana tunai. Pemegang saham sama dengan di perusahaan induk. 

Carve-out berbeda lagi, yaitu penjualan divisi kepada masyarakat. Meski demikian pemegang saham perusahaan induk tetap mempertahankan kepemilikan mayoritas. Sementara itu, tracking stock adalah menelusuri kinerja divisi dalam perusahaan.

Di sisi lain, perusahaan dapat melakukan investasi dengan cara yang beragam. Paling umum adalah membeli aset-aset yang dibutuhkan, misalnya properti, alat operasional, atau produk investasi lain. Ketika membuka usaha baru, ini juga merupakan bagian dari investasi.

Baca juga: Ini Penjelasan Seputar Cara Kerja P2P Lending

  • Dampak Terhadap Perusahaan

Salah satu dampak perusahaan yang melakukan divestasi adalah mendapatkan kas berupa dana tunai. Uang tersebut dicatat dalam laporan keuangan tahunan. Artinya, laba bersih meningkat. Namun, untuk jangka panjang, perusahaan akan kehilangan potensi pendapatan.

Sebaliknya, berinvestasi akan membuka peluang penghasilan baru bagi perusahaan pada masa depan. Unit bisnis tersebut berpotensi berkembang. Meski demikian, pada jangka pendek, perusahaan harus menyediakan dana atau modal untuk berinvestasi.

  • Divestasi dari Sudut Pandang Investor

Jika Anda adalah seorang investor, bagaimana melihat divestasi yang dilakukan oleh perusahaan? Sebelum mengambil langkah selanjutnya, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menilik alasan perusahaan melakukan tindakan tersebut. 

Hal ini khususnya berlaku bagi investor yang ingin membeli perusahaan hasil divestasi. Meski digambarkan secara positif, investor harus menganalisis sisi negatifnya.

Poin selanjutnya yang perlu diperhatikan dari keputusan divestasi adalah dampak opportunity loss dari divestasi. Jika perusahaan melakukan divestasi pada suatu lini yang dimiliki, apakah berdampak rugi terhadap kontribusi pendapatan perusahaan? Nah, jelilah mengamati hal ini sebelum berinvestasi.

Terakhir, jangan ragu untuk melepas saham jika keputusan divestasi adalah tidak meyakinkan. Hal ini untuk memastikan tidak ada kerugian yang dirasakan pada masa yang akan datang bagi investor. Namun, jika dampaknya dinilai tidak signifikan, Anda dapat tetap mempertahankan saham.

Nah, inilah beberapa perbedaan antara melakukan divestasi dan investasi yang perlu Anda pahami. Dengan pengetahuan tersebut, Anda bisa lebih bijak dalam menentukan pilihan saat melakukan investasi.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]