Diskonto Adalah: Definisi, Manfaat hingga Penerapannya

1
582
Diskonto Adalah

Banyak istilah keuangan yang terdengar sangat asing di telinga masyarakat awam. Diskonto adalah salah satu di antaranya. Di sisi lain, kebijakan diskonto mempunyai dampak yang sangat luas, mencakup semua lapisan masyarakat. 

Oleh karena itu, pemahaman terkait kebijakan diskonto perlu Anda miliki. Pemahaman ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan pengambilan keputusan terkait keuangan secara lebih efektif. Dengan begitu, Anda bisa memperoleh manfaat finansial yang optimal. 

Pengertian Kebijakan Diskonto

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diskonto adalah jenis potongan atau bunga yang pembayarannya wajib dilakukan saat melakukan pencairan surat dagang atau wesel sebelum jatuh tempo. Pembayaran tersebut dibebankan kepada pihak yang melakukan pencairan atau penjualan surat berharga. 

Dalam praktiknya, diskonto punya kaitan erat dengan kebijakan diskonto. Kebijakan ini merupakan satu dari sekian banyak instrumen kebijakan moneter yang melekat pada bank sentral. Di Indonesia, kebijakan tersebut ada di tangan Bank Indonesia (BI). 

Berdasarkan pengertian diskonto tersebut, maka kebijakan diskonto adalah upaya dari bank sentral dalam mengurangi atau menambah peredaran uang yang ada di masyarakat. Upaya tersebut dilakukan dengan cara penyesuaian suku bunga bank. 

Manfaat Kebijakan Diskonto

Pelaksanaan kebijakan diskonto adalah salah satu upaya bank sentral dalam mempertahankan stabilitas perekonomian. Penerapannya memberi beberapa manfaat, seperti: 

1. Menambah Cadangan Uang saat Krisis Moneter

Krisis moneter merupakan problem finansial yang sangat kompleks. Pada situasi tersebut, negara memiliki kesulitan keuangan yang parah dan tak mampu melakukan pemenuhan kebutuhan warga negara ataupun pembayaran utang. 

Kebijakan diskonto adalah upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Melalui kebijakan ini, bank sentral berharap bisa mendorong keinginan warga negara untuk menabung atau meminjamkan uangnya kepada kepada pemerintah.

2. Pengendalian Harga Barang di Pasar

Manfaat selanjutnya dari kebijakan diskonto adalah pengendalian harga barang di pasar. Ketika situasi pasar memburuk dan harga barang melambung, bank sentral berupaya meningkatkan tingkat suku bunga. 

Peningkatan suku bunga dilakukan dengan tujuan agar peredaran uang di pasar berkurang dan masyarakat dapat menabung di bank. Dengan begitu, jumlah permintaan mengalami penurunan dan kemudian diikuti dengan turunnya harga barang. 

3. Meningkatkan Nilai Kurs Mata Uang

Penerapan kebijakan diskonto dapat memberi manfaat bagi negara berupa stabilitas ekonomi yang lebih terjaga. Manfaat ini bisa didapatkan berkaitan erat dengan upaya meningkatkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing melalui kebijakan diskonto. 

Dalam pertukaran valuta asing, meningkatnya permintaan terhadap mata uang asing tertentu akan mendorong penguatan nilai kurs. Contoh kebijakan yang berkaitan dengan upaya penguatan nilai kurs mata uang adalah upaya memberi kemudahan dalam berinvestasi kepada investor asing.

4. Mengendalikan Inflasi

Manfaat terakhir adalah pengendalian inflasi. Banyak orang beranggapan kalau inflasi merupakan situasi ekonomi yang buruk. Namun, fakta yang ada di lapangan tidak selalu mengindikasikan hal tersebut. 

Inflasi bisa saja memiliki manfaat sesuai dengan kebutuhan ekonomi pada momen tertentu. Tanpa adanya inflasi, tingkat konsumsi warga negara akan stagnan dan ekonomi negara tersebut tidak berkembang.

Penerapan Kebijakan Diskonto di Indonesia

Sampai di sini, Anda sudah bisa memahami manfaat kebijakan diskonto. Lalu, bagaimana cara penerapan kebijakan ini? Ada beberapa upaya pemerintah dalam melakukan penerapan, di antaranya adalah: 

1. Peluncuran Surat Berharga Negara (SBN)

Negara punya pilihan untuk merilis SBN. Ada beragam jenis SBN yang bisa diterbitkan oleh negara, di antaranya adalah saving bond ritel (SBR), surat utang, atau obligasi negara. 

Tujuan negara dalam penerbitan SBN adalah untuk menggalang dana yang bersumber dari masyarakat. Selanjutnya, dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan sektor penting negara. 

Baca juga: Keuntungan Melakukan Investasi pada Surat Berharga Negara

2. Penyesuaian BI Repo Rate

Selanjutnya, ada pula penyesuaian BI Repo Rate. Penyesuaian tersebut dapat dilakukan dengan menaikkan ataupun menurunkan BI Rate. Pemerintah dapat melakukan kebijakan ini berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi perekonomian. 

Kenaikan BI Rate akan dibarengi dengan tingkat bunga bank. Upaya ini dapat mendorong keinginan masyarakat untuk menaruh dana di lembaga perbankan yang kemudian berimbas pada penurunan inflasi. 

Sementara itu, penurunan BI Rate oleh pemerintah membuat masyarakat punya kecenderungan untuk menarik dana yang tersimpan di bank. Masyarakat jadi lebih konsumtif dan jumlah uang yang berada di pasaran meningkat. Dengan begitu, uang yang mengalir ke masyarakat jadi lebih banyak. 

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai istilah kebijakan diskonto. Dari sini, Anda semakin tahu kalau diskonto adalah kebijakan penting yang dapat dilakukan demi menjaga stabilitas keuangan sebuah negara. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]