Devaluasi Adalah: Definisi, Jenis, dan Penyebabnya

1
372
Devaluasi Adalah

Devaluasi adalah salah satu strategi yang diambil oleh suatu negara untuk menstabilkan kondisi perekonomiannya. Namun, kebijakan devaluasi tentunya tidak dapat diputuskan begitu saja. Hal ini karena pemerintah tetap harus memiliki dasar yang kuat saat hendak melaksanakannya. Untuk penjelasan yang lebih detail terkait devaluasi, simak ulasan di bawah ini. 

Definisi Devaluasi

Pada dasarnya, devaluasi adalah penurunan nilai mata uang yang dilakukan secara sengaja oleh suatu negara terhadap nilai mata uang asing. Akibat dari devaluasi adalah nilai mata uang dari negara yang melaksanakan kebijakan moneter tersebut akan menjadi lebih rendah atau di bawah nilai rata-rata mata uang asing. Pelaksanaan devaluasi tentunya akan sangat berdampak terhadap kondisi perekonomian suatu negara, yang secara khusus memengaruhi aktivitas perdagangan internasional.

Tindakan devaluasi akan membuat harga produk dari negara lain menjadi lebih murah di pasaran luar negeri. Sebaliknya, harga produk negara lain akan menjadi lebih mahal di pasaran dalam negeri. Oleh karena itu, makin tinggi tingkat devaluasi yang diambil suatu pemerintahan, makin baik daya saing negara tersebut terhadap negara lain. Kebijakan ini juga memungkinkan suatu negara untuk bisa mengurangi impor dan meningkatkan ekspornya dalam jangka pendek.

Jenis-Jenis Devaluasi

Karena devaluasi adalah salah satu kebijakan moneter yang penting bagi suatu negara, mari cari tahu lebih lanjut tentang jenis-jenisnya. Devaluasi dapat dibedakan berdasarkan temponya, yakni:

  • Smooth devaluation — depresiasi hingga 5% per tahun.
  • Moderate devaluation — depresiasi hingga 5 – 15% per tahun.
  • Rapid devaluation — depresiasi hingga 15 – 25% per tahun.
  • Galloping devaluation — depresiasi lebih dari 25% per tahun.

Berikut adalah pengaruh masing-masing jenis devaluasi tersebut terhadap perekonomian suatu negara.

  1. Smooth devaluation hampir tidak memiliki pengaruh pada perekonomian. Hal ini karena nilainya tidak melampaui fluktuasi rata-rata nilai tukar.
  2. Moderate devaluation dapat membantu meningkatkan ekspor karena kebijakan tersebut membuat harga produk dalam mata uang asing berkurang cukup signifikan. Jenis devaluasi ini juga bisa membuat perekonomian suatu negara merasakan dampak kenaikan biaya impor yang relatif kecil.
  3. Rapid devaluation bisa menaikkan tingkat ekspor secara cepat. Akan tetapi, dampak lain dari kebijakan moneter ini adalah konsumen domestik juga dapat merasakan peningkatan nilai impor yang signifikan. 
  4. Galloping devaluation bisa merusak perekonomian nasional dan juga menjadi salah satu kebijakan moneter yang sangat berisiko. Karena saat kebijakan tersebut diambil, para eksportir bisa saja mengurangi tingkat ekspor—yang pada akhirnya dapat membuat semua kegiatan ekspor terhenti sepenuhnya. Hal itu terpaksa dilakukan para eksportir karena mereka mengharapkan stabilisasi nilai tukar. 

Penyebab Devaluasi

Penurunan nilai mata uang tentunya hanya akan diambil pemerintah dalam kondisi tertentu saja. Nah, berikut adalah beberapa penyebab dari devaluasi.

Meningkatkan Ekspor

Di pasar global, produk dari suatu negara harus bersaing dengan barang-barang dari negara lain di dunia. Produsen mobil di Amerika, misalnya, harus bersaing dengan produsen mobil di kawasan Eropa dan Jepang. Maka, jika nilai euro turun terhadap dolar, harga mobil yang dijual oleh pabrikan Eropa di Amerika (dalam dolar) tentunya akan menjadi lebih murah dibandingkan sebelumnya. Dengan kata lain, para eksportir dapat menjadi lebih kompetitif di pasar global. 

Baca juga: Eksportir Adalah: Definisi, Tugas dan Cara Melakukan Ekspor

Memperkecil Defisit Perdagangan 

Penyebab lain dari devaluasi adalah keinginan pemerintah untuk memperkecil defisit perdagangan. Karena dengan memberlakukan kebijakan moneter ini, ekspor akan meningkat dan impor menurun. Hal tersebut karena ekspor menjadi lebih murah dan impor menjadi lebih mahal. Kebijakan semacam ini tentunya dapat mendukung perbaikan neraca pembayaran karena ekspor meningkat dan impor menurun sehingga defisit perdagangan pun ikut menyusut. 

Mengurangi Beban Utang Negara

Pemerintah umumnya juga melakukan devaluasi untuk mengurangi beban utang negara. Karena apabila iuran utang yang dibayarkan jumlahnya tetap, mata uang yang nilainya lebih rendah akan membuat pembayaran ini jadi lebih murah dari waktu ke waktu. Namun, strategi ini juga bisa gagal jika negara tersebut memiliki jumlah obligasi asing yang besar; itu hanya akan membuat pembayaran bunganya jadi relatif lebih mahal.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]