Yakin Deposito Adalah Produk Simpanan Paling Aman? Kenali Dulu Cirinya!

0
1599

Deposito menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif paling aman dibandingkan beberapa instrumen lainnya, mengingat deposito memberikan penawaran keamanan serta bunga yang juga cukup menjanjikan. 

Selain memiliki fungsi sebagai tabungan berjangka, deposito juga merupakan produk investasi yang cukup optimal dalam menghasilkan keuntungan. Dibandingkan tabungan biasa, keuntungan yang didapat dari deposito secara umum lebih besar, mulai dari 5% hingga 7%. Dan semakin lama kamu menyimpan danamu di deposito, maka semakin besar juga keuntungan yang bisa kamu raih.

Pengertian Deposito

Secara umum, deposito adalah produk simpanan yang ditawarkan bank, yang baik penyetoran maupun penarikan uangnya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu yang telah ditentukan. Jika kamu menarik uang dari deposito sebelum tanggalnya, maka bisa dikenakan denda penalti. Hal ini mirip sekali dengan tabungan berjangka.

Seperti yang kita ketahui bahwa menabung atau membuka deposito di bank dijamin aman oleh LPS . nilai simpanan yang dijamin oleh LPS yaitu maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank apabila kamu memiliki beberapa rekening dalam satu bank, maka tetap dihitung semua simpanan tersebut. Lalu, bagaimana jika tabungan atau depositonya di atas Rp2 miliar?

LPS hanya akan membayarkan uang simpanan nasabah paling tinggi Rp2 miliar apabila lebih dari itu akan diproses oleh tim lainnya yang melihat hasil likuidasi kekayaan bank.

Seperti yang kita ketahui bahwa menabung atau membuka deposito di bank dijamin aman oleh LPS . nilai simpanan yang dijamin oleh LPS yaitu maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank apabila kamu memiliki beberapa rekening dalam satu bank, maka tetap dihitung semua simpanan tersebut. Lalu, bagaimana jika tabungan atau depositonya di atas Rp2 miliar?

LPS hanya akan membayarkan uang simpanan nasabah paling tinggi Rp2 miliar apabila lebih dari itu akan diproses oleh tim lainnya yang melihat hasil likuidasi kekayaan bank.

Perbedaan Tabungan dan Deposito

  • Tujuan

Sebagai salah satu produk investasi, wajar jika deposito memiliki keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan hanya menabung. Tidak hanya itu deposito juga terbilang minim risiko. Karenanya, bagi kamu yang masih baru ingin memulai deposito dapat menjadi pilihan. 

Sedangkan, tabungan memang bukan ditujukan untuk mereka yang ingin melakukan investasi. Tabungan adalah tempat dimana kamu dapat menaruh uang yang digunakan untuk sehari-hari dan untuk kebutuhan yang mendesak. Karena itu, untuk mereka yang ingin mengembangkan uang tabungan bukan produk yang cocok untukmu.

  • Fleksibilitas

Hal inilah yang tidak dapat kamu lakukan pada deposito. Pada deposito uang tidak dapat dicairkan seenaknya, ada jangka waktu yang telah ditetapkan bersama di awal. Tenornya sendiri mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan hingga 24 bulan.

Jika kamu melakukan pengambilan sebelum tanggal jatuh tempo, maka kamu akan dikenakan penalti penalti. Namun, beberapa orang mencoba mengakalinya dengan mengatur keuangan dengan cara memisahkan penyimpanan dana mereka. Dana yang dimasukkan ke deposito adalah dana yang tidak digunakan dalam jangka waktu pendek, sehingga akan lebih menguntungkan dan menghasilkan.

  • Keuntungan

Dalam hal ini deposito memiliki bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan. Bunga pada deposito berkisar di angka 5% hingga 7% per tahun dari nominal yang kamu depositkan, sedangkan tabungan hanya berkisar antara 0,5% hingga 3% per tahun. 

  • Bilyet dan Buku

Saat kamu ingin membuka tabungan, kamu akan diberikan buku tabungan dan kartu ATM sebagai bukti bahwa kamu memiliki tabungan pada Bank tersebut. Lain halnya, dengan deposito yang akan diberikan sebagai bukti kamu memiliki deposit adalah berupa bilyet deposito. Itulah yang menjadi tanda bahwa kamu memiliki dana yang didepositokan.

Karakteristik Deposito Sebagai Instrumen Investasi

  • Jangka Waktu Simpanan

  • Deposito Berjangka: Deposito ini adalah deposito yang paling sering digunakan, namun perlu diingat bahwa hanya dapat ditarik setelah tanggal jatuh tempo yang sudah pernah ditetapkan.
  • Sertifikat Deposito: Untuk deposito yang satu ini juga akan ditetapkan sesuai dengan jangka waktu antara 3,6 hingga 12 bulan dengan disertai sertifikat. Namun, sertifikat tersebut dapat dipindahtangankan kepada pihak lain.
  • Deposito On Call: lain dengan jenis deposito yang sudah kita sebutkan sebelumnya, deposito jenis ini biasanya memiliki jangka waktu yang cukup singkat mulai dari satu minggu hingga paling lama 30 hari.

  • Minimum Setoran

Saat membuka tabungan biasa tentunya terdapat nominal minimal mulai dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu, namun beberapa bank bahkan ada yang tidak mewajibkan untuk memberikan setoran awal untuk membuka rekening barunya.

Lain halnya dengan deposito yang menetapkan minimal deposito mulai dari Rp5 juta hingga Rp10 juta.

  • Bunga

Sedikit sudah kita bahas di atas keuntungan dari deposito sendiri mulai dari 5% hingga 7% per tahun sangat jauh jika dibandingkan dengan tabungan biasa yang hanya 0,5% hingga 2% per tahun.

Kisaran suku bunga pada kuartal pertama tahun 2020 sendiri berkisar antara 3%-6% dengan besaran bunga rata-rata 5,5% – 5,7%. Suku bunga yang ditawarkan ini berbeda-beda setiap bank dan tergantung lama tenor yang dipilih oleh nasabah sebelumnya. Untuk contoh perhitungan bunganya sendiri seperti di bawah ini:

Si A dan si B ingin mengetahui bunga yang diterima dan dapatkan setiap harinya. Asumsi 1 bulan sama dengan 30 hari dan 1 tahun sama dengan 365 hari, kalkulasinya:

  • Perhitungan bunga si A : Pendapatan bunga deposito (per hari) = Rp5 juta x 7,5% x 90 : 365 = Rp92.465,75
  • Perhitungan bunga si B : Pendapatan bunga deposito (per hari) = Rp10 juta x 6% x 90 : 365 = Rp147.945,21

  • Dapat Dijadikan Jaminan/Agunan

Apabila kamu memiliki kebutuhan yang mengharuskan untuk kamu mengajukan pinjaman, kamu dapat memanfaatkan deposito yang kamu miliki sebagai jaminan dari pinjaman tersebut.

  • Risiko Rendah

Di atas juga sudah sedikit kita singgung mengenai tingkat risiko dari deposito ini yang terbilang relatif lebih rendah dibandingkan beberapa instrumen lainnya. Karena deposito ini dari segi keamanan sama seperti menabung di bank dimana jika dibiarkan nilainya dapat tumbuh terus sesuai dengan bunga yang telah ditetapkan, oleh karenanya risiko dari deposito terbilang rendah.

  • Pajak

Besaran pajak yang dikenakan atas bunga deposito ini sudah tertuang pada PPh pasal 4 ayat 2. Besaran pajaknya sebesar 20% untuk deposito yang lebih dari Rp7,5 juta. Nilai suku bunga yang kamu terima nantinya akan dikurangi oleh besaran pajak tersebut. Sedangkan untuk nilai deposito yang kurang dari Rp7,5 juta tidak akan dikenakan pajak atas bunga deposito.

Untuk menghitung pajak deposito sebenarnya cukup mudah, kamu hanya perlu mengkalikan 20% dari suku bunga yang diterima. Sebagai contoh, kamu memiliki deposito senilai Rp50.000.000 di bank dan mendapatkan bunga deposito sebesar 5% per tahun. Maka, perhitungan pajak yang perlu dibayarkan adalah seperti di bawah ini:

Bunga deposito per tahun : Rp50.000.000 x 5% = Rp2.500.000

Bunga deposito per bulan : Rp2.500.000 : 12 = Rp208.333

Pajak deposito per bulan : 20% : Rp208.333 = Rp41.666

Pajak deposito per tahun Rp41.666 x 12 = Rp499.992

Bagaimana sekarang sudah mengetahui kan lebih dalam mengenai deposito itu sendiri? Pastikan apapun pilihan instrumen investasimu pilih yang sesuai dan tentunya memperhatikan segala risiko yang ada di dalamnya.

Coba Pendanaan P2P Lending di Akseleran dengan Bunga Hingga 21% per Tahun!

Di era digital, ada cara lain untuk mengembangkan dana, salah satunya dengan memberikan dana pinjaman. Lho? Memberikan pinjaman kok bisa mengembangkan dana? Melalui platform Peer-to-peer (P2P) Lending, kamu bisa memberikan dana kepada UKM yang membutuhkan pinjaman dan menikmati bunga pinjamannya tersebut. Sehingga, dana yang kamu berikan akan kamu terima kembali beserta bunganya. 

Kenali juga perbedaan P2P Lending dan Deposito sebelum melakukan pendanaan. Pastikan kamu juga cocok dengan instrumen pengembangan dana yang baru ini. Jika kamu tertarik untuk mencoba pendanaan P2P Lending, kamu bisa mencoba Akseleran. Di Akseleran, kamu bisa mendanai UKM di Indonesia yang membutuhkan modal pinjaman, dan pendanaan kamu akan mendapatkan bunga hingga 21% per tahun.

Akseleran menjaga keamanan dengan melengkapi 99% peluang pendanaan dengan agunan dan proteksi asuransi, sehingga kamu tidak perlu khawatir. Kamu pun bisa mencoba mendanai mulai dari Rp100 ribu dulu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here