Mulai Budidaya Ikan Lele, Beserta Cara Perhitungan Lengkapnya

1
9775
Budidaya Ikan Lele

Lele merupakan opsi komoditas perikanan populer di kalangan pembudidaya ikan. Modal awal kecil, perawatan mudah, biaya operasional rendah, dan pemasaran cepat merupakan faktor-faktor pendukung dari maraknya investasi budidaya ikan lele sejak dahulu hingga sekarang.

Berniat memulai usaha budidaya ikan air tawar ini juga? Simak informasi berikut!

5 Tahapan Penting untuk Memulai budidaya Ikan Lele

Lakukan semua tahapan ini dengan benar karena akan memengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen lele. Tentunya, kondisi ini akan berimbas pada keuntungan yang didapatkan. 

Langkah 1: Menyiapkan Kolam 

Saat ini, ada banyak pilihan jenis kolam untuk budidaya lele yang biasa ditemui, seperti kolam terpal, kolam galian tanah, jaring apung, keramba, dan kolam semen. Pertimbangkan kondisi lahan, jumlah tenaga kerja, dan dana yang dimiliki saat memilih jenis kolam yang akan digunakan.

Selain itu, pemilihan kolam juga harus memperhitungkan cara penanggulangan limbah air kolam yang akan timbul selama proses budidaya. 

Pastikan kolam tidak dangkal agar suhu air tetap terjaga dengan baik, yaitu 20-28°C. Tips lain untuk menjaga suhu air kolam adalah Anda bisa menambahkan tanaman eceng gondok atau talas ke dalamnya. 

Langkah 2: Memilih Bibit Ikan Lele Unggul 

Langkah selanjutnya adalah pemilihan bibit. Sukses tidaknya usaha budidaya juga dipengaruhi oleh kualitas benih yang ditebar. Oleh sebab itu, Anda harus memastikan pembelian bibit memenuhi syarat berikut.

  1. Bibit bergerak lincah dan agresif.
  2. Bibit tidak memiliki cacat atau luka di tubuhnya.
  3. Bibit berenang secara normal.
  4. Bibit bebas dari penyakit.
  5. Bibit lele berukuran ideal sekitar 5-7 cm. 

Lakukan proses penyesuaian lingkungan sebelum menebarkan benih ke dalam kolam agar ikan terhindar dari stres. Caranya? Masukkan benih beserta kantong plastik pembungkus benih ke kolam. Lalu, biarkan selama kurang lebih 15 menit. Setelah itu, buka kantong plastik dengan tetap dibiarkan di dalam kolam. Tunggu hingga semua bibit lele berenang keluar dari kantong. 

Baca juga: 7 Usaha Online yang Menjanjikan

Langkah 3: Memberi Pakan

Ikan lele bersifat karnivora. Sebab itu, pilih pakan yang memiliki kandungan protein hewani. Anda bisa menggunakan pakan ikan yang tersedia di toko atau juga menggunakan pakan alami. Beberapa pilihan pakan alami yang bisa Anda manfaatkan adalah belatung lalat, bekicot, cacing, ampas tahu, limbah ikan dan ayam. Sesuaikan pemilihan pakan dengan bujet Anda.

Berikan pakan sesuai jadwal. Lele sebaiknya diberi makan 3-5 kali sehari. Waktu yang disarankan untuk pemberian pakan adalah pukul 07.00, 17.00, dan 22.00. 

Informasi tambahan, lele adalah hewan nokturnal sehingga porsi pemberian pakan di sore dan malam hari sebaiknya lebih banyak dibandingkan pagi hari. 

Langkah 4: Menangani Penyakit dan Hama 

Meski lele terkenal akan daya tahannya, lele tetap saja bisa terserang penyakit dan hama. Sebab itulah, Anda harus tahu cara menanganinya. 

Anda tentu tidak mau merugi karena banyak lele yang mati dikarenakan oleh penyakit atau hama, bukan?

Untuk mencegah hama predator masuk ke kolam, buatlah penyekat khusus pada kolam. Jadi, binatang predator ikan lele (seperti ular, burung, katak, lintah, dan lainnya) akan terhalang masuk ke kolam.

Sedangkan, pencegahan penyakit pada lele bisa dilakukan dengan mengontrol kualitas air, kebersihan, dan suhu kolam. 

Langkah 5: Memanen  

Lele dewasa siap panen adalah yang berusia 90 hari atau 3 bulan. Pada umur ini, ikan lele biasanya memiliki panjang tubuh sekitar 9-12 cm. 

Tips memanen yang tepat adalah:

  1. Gunakan alat bantu, seperti sarung tangan, jaring besar, atau serok.
  2. Buang sebagian air kolam.
  3. Sortir ikan berdasarkan ukuran. 

Lalu, hindari pemberian pakan dalam kurun waktu 24 jam. Hal ini dilakukan agar lele tetap terlihat bersih saat pendistribusian ke pasar atau pengepul ikan. 

Kalkulasi Lengkap Budidaya Lele

Berikut ini prediksi nilai investasi dan keuntungan usaha budidaya lele.

  • Investasi Awal

No Rincian Modal Keterangan
1 Anggaran pembuatan kolam (kapasitas 1.000 ekor) Rp800.000,00  Modal bisa berubah sesuai dengan jenis kolam yang dibuat
2 Harga bibit lele (300 @ekor) Rp300.000,00 Harga bibit bervariasi berdasarkan wilayah dan ukuran. Namun, rata-rata harga berada antara Rp200-500 per ekornya.
3 Harga pakan (3 bulan) Rp600.000,00
Total Rp1.700.000,00
  • Asumsi Keuntungan

1 kg lele siap panen biasanya berisi 7-8 ekor. Dengan asumsi kehilangan 10%, hasil panen bisa mencapai 113 kg. Saat ini, harga satu kilogram lele di pasar adalah Rp25.000,00 hingga Rp30.000,00. Maka, keuntungan yang Anda dapatkan berkisar 1,2 hingga 1,7 juta (113 x Rp25.000,00 = Rp2.825.000,00).

Kesimpulan

Semoga cara dan perhitungan budidaya ikan lele di atas bisa menginspirasi Anda untuk memulai bisnis. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

1 COMMENT

Comments are closed.