Blockchain: Konsep, Teknologi, dan Peluang Investasi

0
532
Blockchain

Blockchain adalah teknologi terdesentralisasi yang memungkinkan pertukaran informasi dan transaksi di antara para pengguna tanpa harus melalui pihak ketiga. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara detail dari segi pengertian blockchain, cara kerjanya, jenis-jenisnya, kelebihan dan kekurangannya, serta pemanfaatannya di berbagai bidang.

Definisi

Blockchain adalah sebuah jaringan terdesentralisasi yang memungkinkan para penggunanya untuk melakukan transaksi secara aman dan terpercaya tanpa harus melalui pihak ketiga. 

Sistem ini mendasarkan transaksinya pada sebuah enkripsi yang setiap transaksinya terjamin keamanannya karena tingkat kepalsuannya rendah. Konsep dasar teknologi crypto bitcoin ini adalah setiap pengguna dalam semua transaksi memiliki salinan dari semua transaksi yang terjadi.

Hal ini memungkinkan semua pengguna sistem penyimpanan digital ini bisa memverifikasi transaksi yang terjadi. Sehingga keamanan bisa berjalan secara ketat. Beberapa jenis sistem penyimpanan digital ini adalah blockchain bitcoin dan blockchain games.

Cara Kerja

Blockchain bekerja dengan cara mempertahankan sebuah buku besar terdesentralisasi yang disebut dengan ledger. Ledger ini berisi catatan semua transaksi yang ada di dalam jaringan dan dapat terpantau oleh semua pengguna di dalam jaringan. 

Setiap kali ada transaksi baru, informasi transaksi tersebut tersimpan dalam blok baru dan bertambah ke dalam rantai blok yang sudah ada sebelumnya. Setiap blok dalam rantai blok ini memiliki sesuatu yang unik untuk mengidentifikasi blok tersebut.

Maka setiap blok yang tertambahkan ke dalam rantai blok harus Anda pastikan keabsahannya terlebih dahulu. Hal ini dilakukan dengan cara memverifikasi transaksi yang dilakukan dalam blok tersebut. 

Setiap pengguna di dalam jaringan akan memverifikasi transaksi tersebut dan jika transaksi tersebut sudah valid, maka blok tersebut akan bertambah ke dalam rantai blok. Jika transaksi tersebut terbukti tidak valid, maka blok tersebut tidak akan tertambahkan ke dalam rantai blok.

Keuntungan Menggunakan Blockchain

Ada beberapa keuntungan dari penggunaan teknologi ini, di antaranya:

1. Keamanan Tinggi

Teknologi ini memungkinkan transaksi yang terjadi dalam jaringan menjadi lebih aman karena setiap transaksi harus terkonfirmasi keabsahannya terlebih dahulu oleh semua pengguna di dalam jaringan.

Selain itu, setiap blok yang berhasil tertambahkan ke dalam rantai blok memiliki hash unik yang tidak mudah berubah atau termanipulasi. Hal ini membuat kecurangan dalam teknologi ini menjadi sangat sulit terjadi.

2. Transparansi

Transaksi yang terjadi dalam teknologi ini lebih transparan. Hal ini terjadi karena setiap pengguna memegang kendali atas transaksi yang mereka lakukan. Sehingga keduanya bisa saling memverifikasi keamanannya. 

Terdapat buku besar terdesentralisasi (ledger) yang memungkinkan antar pengguna melihat transaksi yang terjadi. Tentu ini menjadi keuntungan yang menjamin transparansi dalam transaksi.

3. Efisiensi

Pihak ketiga sering menjadi pengganjal adanya transaksi yang terjadi. Dalam teknologi ini, transaksi yang terjadi menanggalkan pihak ketiga, sehingga efisiensi transaksi menjadi hal yang mutlak terjadi. 

Keuntungan lain dari metode semacam ini adalah kecepatan dalam transaksi tersebut. Kemudian biaya yang keluar dari transaksi akan lebih murah karena pihak ketiga tidak ikut campur tangan di dalamnya.

Kekurangan Blockchain

Meskipun sistem penyimpanan digital ini memiliki banyak keuntungan, namun selayaknya teknologi yang lain, pasti terdapat beberapa kekurangan yang ada dalamnya. Berikut kekurangan yang ada dalam sistem penyimpanan digital ini.

1. Skala Masalah

Masalah utama dalam aplikasi sistem penyimpanan digital ini adalah skala masalah. Karena setiap transaksi dalam sistem penyimpanan digital ini memerlukan verifikasi dari setiap pengguna, maka jaringan dalam proses transaksi menjadi sangat lambat dan perlu menggunakan sumber daya yang sangat banyak. 

Kemudian ukuran buku besar terdesentralisasi (ledger) bisa menjadi sangat besar yang berdampak pada banyaknya ruang penyimpanan yang terpakai. Kendala seperti inilah yang terjadi pada sistem penyimpanan digital ini.

2. Keamanan Data

Meski keamanan data dalam sistem penyimpanan digital ini didesain sangat canggih, namun celah atas kebocoran data harus diantisipasi. Peningkatan kualitas seorang hacker pasti akan terjadi seiring dengan perkembangan teknologi, sehingga Anda juga harus berhati-hati terhadap hal tersebut.

3. Regulasi

Karena teknologi sistem penyimpanan digital ini memungkinkan transaksi yang dilakukan di dalam jaringan menjadi lebih anonim, maka hal ini bisa menjadi masalah ketika terkait dengan regulasi. Pengguna sistem penyimpanan digital ini juga harus mempertimbangkan kepatuhan pada peraturan dan hukum yang berlaku di negaranya.

Jenis-jenis Blockchain

Meskipun transaksi sistem penyimpanan digital ini mengandung satu jenis transaksi, namun tetap saja sistem penyimpanan digital ini terdapat beberapa jenis yang harus Anda ketahui. Berikut beberapa jenis sistem penyimpanan digital ini tersebut. 

1. Public Blockchain

Jenis yang satu ini paling umum yang memungkinkan siapa saja untuk bergabung dan melakukan transaksi di dalam jaringan tanpa perlu otorisasi. 

Setiap pengguna di dalam jaringan dapat mengakses buku besar terdesentralisasi (ledger) dan melihat semua transaksi yang dilakukan oleh pengguna lain di dalam jaringan.

2. Private Blockchain

Jenis ini hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang telah diberikan izin oleh pemilik jaringan. Selain itu, jenis yang ini lebih cocok digunakan oleh perusahaan atau organisasi yang ingin melakukan transaksi dalam jaringan yang aman dan terpercaya.

3. Hybrid Blockchain

Jenis yang satu ini merupakan kombinasi dari public blockchain dan private blockchain. Dalam hybrid blockchain, beberapa aspek dari jaringan bersifat publik sedangkan beberapa aspek lainnya bersifat privat.

Pemanfaatan Blockchain

Salah satu pemanfaatan blockchain info yang paling umum adalah di bidang keuangan. Teknologi ini memungkinkan transaksi keuangan menjadi lebih cepat, lebih aman, dan biaya transaksi yang lebih rendah.

Kemudian, sistem penyimpanan digital ini juga dapat digunakan dalam bidang logistik untuk memantau pergerakan barang dan memastikan bahwa barang tersebut sampai ke tangan penerima dengan aman.

Selain dua hal tersebut, sistem penyimpanan digital ini mempunyai manfaat dalam bidang kesehatan untuk memperkuat pengelolaan data pasien dan memastikan privasi data medis. Sistem penyimpanan digital ini juga dapat digunakan di bidang pendidikan untuk memverifikasi kredensial dan sertifikat pendidikan.

Evaluasi Risiko Investasi di Blockchain

Sebagai investor, mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko investasi adalah hal yang penting untuk dilakukan sebelum memutuskan untuk berinvestasi di dalam aset apa pun, termasuk investasi di teknologi blockchain. Berikut ini adalah beberapa risiko yang perlu diperhatikan.

Volatilitas harga

Harga aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum sangat volatil dan fluktuatif. Nilai mata uang digital bisa berubah dalam hitungan menit, bahkan detik. 

Investor harus memperhitungkan bahwa investasi di dalam teknologi ini dapat mengalami fluktuasi harga yang tinggi, dan bahkan terjadi kerugian besar jika tidak hati-hati dalam melakukan transaksi.

Risiko keamanan

Risiko keamanan menjadi salah satu masalah utama yang perlu diperhatikan oleh investor di dalam teknologi ini. 

Keamanan yang tinggi dari teknologi ini tidak dapat menjamin sepenuhnya terhindarnya serangan hacker atau aksi kejahatan lainnya yang bisa mengakibatkan kehilangan aset kripto atau data yang tersimpan di dalam sistem penyimpanan digital ini.

Risiko regulasi

Regulasi dalam teknologi ini masih terus berkembang dan belum konsisten di seluruh dunia. Beberapa negara mungkin membatasi atau melarang penggunaan teknologi ini, sementara negara lain mengizinkan penggunaan teknologi ini secara terbatas. Investor harus memperhatikan risiko regulasi sebelum melakukan investasi di dalam teknologi ini.

Risiko likuiditas

Investasi di dalam teknologi ini mungkin memiliki risiko likuiditas yang tinggi. Pembeli dan penjual mungkin tidak mudah ditemukan pada saat yang tepat, sehingga sulit untuk menjual aset kripto dan mendapatkan uang tunai secara cepat.

Kesimpulan

Kesimpulannya, blockchain merupakan wahana teknologi yang menyediakan keamanan transaksi. Namun, Anda juga harus tetap waspada terhadap kejahatan yang berkembang di dunia maya, termasuk dalam blockchain itu sendiri.

Jika Anda ingin mendulang keberhasilan dari teknologi ini, pelajari definisi, cara kerja serta jenisnya. Tetap lakukan evaluasi risiko yang akan terjadi, supaya Anda bisa tetap untung.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].