Biaya Variabel: Pengertian, Fungsi dan Manfaat!

0
1968
Biaya Variabel Adalah

Biaya merupakan elemen yang tak dapat dipisahkan dari komposisi finansial sebuah perusahaan. Adapun yang dimaksud dengan biaya adalah sumber daya yang dilepaskan untuk mencapai tujuan tertentu.

Akuntansi manajemen secara umum membagi biaya ke dalam dua golongan, yakni biaya tetap dan variabel Seperti namanya, biaya tetap adalah biaya yang nilainya tetap, sedangkan biaya variabel adalah biaya yang nilainya berubah-ubah.

Pengertian Biaya Variabel

Biaya variabel dapat didefinisikan sebagai pengeluaran yang berubah-ubah secara proporsional dengan jumlah barang yang diproduksi. Semakin tinggi jumlah barang yang diproduksi, maka biaya variabel juga akan turut meningkat. Dengan demikian, jika jumlah unit barang yang diproduksi mengalami peningkatan, biaya variabel turut meningkat sebesar perubahan jumlah unit barang dikalikan biaya variabel per satuannya.

Dalam bisnis khususnya, biaya variabel adalah komponen sangat penting dalam melakukan penghitungan total biaya serta mencari titik impas produksi (biasa disebut dengan istilah Break Even Point atau BEP). Biaya variabel dapat dihitung sebagai jumlah biaya marjinal dari seluruh unit yang diproduksi.

Adapun yang dimaksud dengan biaya marjinal adalah peningkatan biaya total yang berasal dari satu unit hasil produksi. Seperti contoh, jika sebuah perusahaan melakukan produksi barang sebanyak 100 unit, maka besarnya biaya tambahan yang digunakan untuk meningkatkan hasil produksi alias output menjadi 101 unit disebut biaya marjinal. Oleh karena biaya tetap tidak berubah saat ada biaya output, maka biaya marginal merupakan perubahan biaya variabel.

Seluruh biaya variabel adalah biaya langsung, yakni biaya yang dapat dikaitkan dengan objek biaya tertentu secara mudah. Pada beberapa kasus, biaya variabel terkadang juga disebut sebagai biaya unit level sebab besarnya bervariasi mengikuti jumlah unit yang diproduksi.

Fungsi Biaya Variabel

Seperti yang dibahas sebelumnya, biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding perubahan volume aktivitas yang dilakukan. Beberapa contoh umum dari penerapan biaya variabel dalam sebuah unit perusahaan adalah biaya untuk bahan baku, biaya untuk bahan pembungkus, biaya untuk label, upah lembur karyawan, bonus pencapaian target atau komisi karyawan, dan sebagainya.

Komposisi biaya ini pun memiliki fungsi yang cukup penting sebab adanya keterkaitan secara langsung terhadap akuntansi manajemen, proses produksi, dan tentu neraca lajur untuk laporan keuangan. Untuk lebih jelasnya, beberapa fungsi biaya variabel dapat dijabarkan sebagai berikut.

Membantu Mengendalikan Biaya Perusahaan

Fungsi pertama adanya biaya variabel adalah membantu dalam pengendalian biaya perusahaan. Hal ini dapat terjadi karena perusahaan dapat memisahkan secara jelas mana saja aktivitas usahanya yang berasal dari biaya tetap dan biaya variabel melalui laporan laba rugi maupun laporan keuangan lainnya. Perusahaan pun dapat lebih berfokus pada perilaku biaya tetap.

Membantu Merencanakan dan Menganalisis Keputusan Jangka Pendek

Dalam kondisi tertentu, seperti misal adanya pesanan khusus, perusahaan dapat menentukan lebih awal harga yang akan ditawarkan. Penentuan laba akan didasarkan pada perhitungan perubahan volume yang dilakukan.

  • Membantu Menetapkan Penilaian

Tim manajemen perusahaan dapat meninjau efektivitas produksi yang dihasilkan oleh perusahaan—termasuk kinerja SDM-nya. Keberadaan variabel juga akan lebih terbantu dalam memenuhi pertanggungjawaban terhadap berbagai departemen lain yang ada dalam tubuh perusahaan.

  • Manfaat Biaya Variabel

Berdasarkan penjabaran di atas, dapat dilihat bahwa biaya variabel akan sangat bermanfaat bagi sebuah perusahaan dalam melakukan berbagai pengambilan keputusan. Biaya variabel dapat digunakan untuk melakukan analisis biaya  bisnis  secara komprehensif sehingga aktivitas usaha dapat tetap berjalan sesuai tujuan.

Baca juga: Inilah Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel yang Harus Anda Tahu

Adapun dalam melakukan analisis biaya, beberapa langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

  • Membuat kerangka analisis.
  • Mengidentifikasi seluruh biaya dan manfaat dari setiap elemen biaya.
  • Menentukan nilai dari setiap biaya dan manfaat yang ada.
  • Menghitung total nilai biaya dan manfaat, lalu membandingkannya.

Biaya variabel adalah komponen finansial sebuah perusahaan yang merupakan biaya langsung. Jumlah elemen ini sangat dipengaruhi oleh perubahan volume aktivitas bisnis (produksi) yang dilakukan sehingga nilainya berubah-ubah. Adapun dalam implementasinya, biaya variabel sangat berguna bagi perusahaan dalam membantu mengendalikan biaya perusahaan, merencanakan dan menganalisis keputusan jangka pendek, dan menetapkan berbagai penilaian dalam operasional perusahaan.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]