Mengapa Biaya Hidup di Korea Selatan itu Mahal?

0
3982
Biaya Hidup di Korea Selatan

Anda sedang berpikir untuk pindah ke Korea Selatan? The Land of the Morning Calm alias Korea Selatan merupakan tujuan populer bagi jutaan orang dari seluruh dunia. Negara ini menawarkan cara hidup yang serba mudah, budaya kota yang ramai bercampur dengan pedesaan yang damai dan santai, serta K-Pop maupun K-drama yang sangat menarik. Hanya saja, kita belum membahas biaya hidup di Korea Selatan yang konon kabarnya selangit!

Saat pindah ke Korea Selatan, ada banyak kepraktisan yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, saat akan “pindahan” ke negara tersebut dan harus mengirimkan barang-barang Anda ke sana, Anda akan diberi waktu sekitar enam bulan sejak kedatangan untuk mengklaim barang-barang Anda agar menjadi bebas bea cukai. Bahkan, itu termasuk kendaraan pribadi pun!  Apa pun yang Anda kirimkan ke sana setelah periode tersebut akan dikenakan pajak (dan ada pemeriksaan khusus untuk kendaraan).

Hal lain yang perlu Anda ketahui adalah biaya hidup di Korea Selatan yang digunjingkan banyak orang serba mahal. Benarkah demikian? Temukan jawabannya di bawah ini. 

Biaya Hidup di Korea Selatan: Benarkah Serba Mahal?

Sebenarnya, rata-rata anggaran hidup di Korea Selatan cukup masuk akal. Memang tidak semurah tinggal di beberapa negara Asia lainnya seperti Laos atau Cina, tetapi juga tidak semahal biaya hidup di Jepang maupun Singapura. 

Secara umum, salah satu kota di Korea Selatan dengan biaya hidup termahal adalah Seoul, yang adalah ibu kota negara itu sendiri. Di area lainnya, warga negara asing (WNA) dapat mengharapkan upah yang layak serta dapat berhemat tanpa harus hidup dengan anggaran yang ketat.

Bicara soal upah dan gaji, seorang pekerja di Korea Selatan dapat meraup minimal atau rata-rata Rp34 juta. Berbeda dari Indonesia, di mana gaji rata-rata seorang pekerja per bulan yang hanya Rp4,4 juta. Untuk itulah, biaya hidup di Korea Selatan terbilang tinggi. Wajar saja, karena gaji rata-rata per kapita di sana yang relatif tinggi untuk ukuran negara Asia sehingga harga-harga barang kebutuhan pun cenderung tinggi.

Seperti di kebanyakan negara, biaya hidup terbesar di Korea Selatan sebenarnya terletak pada properti. Meskipun harga rumah tidak terlalu mahal, seorang WNA harus siap membayar 30 hingga 40% dari gaji bulanan mereka untuk mendapatkan sebuah rumah atau apartemen yang bagus. 

Baca juga: Sepuluh Tips Agar Hidup Terbebas dari Utang

Deretan Kota dengan Biaya Hidup Tertinggi di Korea Selatan

Seperti telah disebutkan di atas, saat membandingkan kota-kota di seluruh Korea Selatan, para ekspatriat akan menemukan biaya hidup di Seoul termasuk yang tertinggi. Meski demikian, bukan berarti biaya hidup di ibu kota itu terlalu “mencekik”. 

Orang asing yang pindah ke Seoul tetap bisa memilih untuk membayar ekstra dan tinggal di perumahan atau apartemen dengan fasilitas lengkap atau berhemat dengan memilih tinggal di pinggiran kota dan berbaur dengan penduduk lokal. 

Setelah Seoul, tempat termahal lainnya untuk tinggal di negeri ginseng adalah Incheon, Pulau Jeju, dan Busan. Di tingkat nasional, sebuah keluarga beranggotakan empat orang dapat menghabiskan rata-rata 2.300.000 won per bulan yang setara dengan 2.000 dolar AS atau sekitar 27.729.001 rupiah untuk biaya hidup (belum termasuk sewa rumah/apartemen). Jadi, untuk biaya hidup seorang WNA kurang lebih 652.000 won (560 dolar AS) atau setara dengan Rp8.072.232 per bulan (belum termasuk sewa).

Anggaran Hidup Bulanan Sebuah Keluarga beranggotakan Empat Orang (di Luar Sewa)

Kota Won Rupiah
Seoul 2.700.000 32.400.000
Incheon 1.900.000 22.800.000
Pulau Jeju 1.200.000 14.400.000
Busan 3.345.000 40.140.000

Sumber: https://www.internations.org/go/moving-to-south-korea/living

Biaya Sewa Properti & Kebutuhan Lainnya

Umumnya, properti yang disewakan di Korea Selatan berbentuk apartemen dengan harga sewa yang bervariasi, tergantung ukuran dan lokasinya. Di daerah perkotaan, apartemen satu kamar saja harga sewanya Rp8,4 juta sebulan sementara di daerah pinggiran kota, apartemen berukuran sama disewakan hanya sekitar Rp5,9 juta.  Ini lebih mahal dibandingkan di Indonesia, yang mana harga sewa apartemen dua kamar tetap lebih murah, yaitu Rp4 juta – Rp5 juta per bulannya. 

Jika ingin makan di sebuah restoran standar, Anda harus mengeluarkan sekitar Rp91.500 per orang dan Rp57.700 untuk secangkir kopi di kafe. Demikian pula biaya transportasi. Ongkos sebesar Rp16.000 di Indonesia bisa untuk tiga kali bepergian sementara di Korea Selatan hanya untuk sekali pergi saja. 

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, kita bisa menemukan jawaban dari pertanyaan mengapa biaya hidup di Korea Selatan itu mahal. Tentu saja, itu karena upah per kapita yang relatif tinggi untuk ukuran negara Asia sehingga semua harga di sana pun menjadi tinggi. Jadi, sudah siapkah Anda pindah ke Korea Selatan?

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]