Biaya Eksplisit Adalah: Definisi, Contoh, dan Cara Perhitungannya

1
700
Biaya Eksplisit Adalah

Pepatah Jawa menyebutkan ‘Jer basuki mawa beya’, yang bermakna bahwa setiap keberhasilan membutuhkan biaya. Demikian juga dengan sebuah bisnis. Bisnis yang sukses tentunya membutuhkan biaya dalam menjalankannya. Biaya eksplisit adalah salah satu contohnya.

Jika Anda penasaran dengan makna dari biaya eksplisit, Anda berada di laman yang tepat. Artikel ini akan menjelaskan tentang biaya eksplisit, contoh-contohnya, serta bagaimana cara menghitungnya. Yuk, pahami penjelasan berikut!

Definisi Biaya Eksplisit

Secara singkat, biaya eksplisit dapat didefinisikan sebagai biaya yang harus dikeluarkan sebuah perusahaan/pelaku bisnis untuk melakukan operasionalnya. Lebih detail lagi dijelaskan bahwa biaya eksplisit adalah biaya yang perlu Anda keluarkan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja, membayar sewa, hipotek, utilitas, maupun biaya lain yang mendukung operasional bisnis Anda.

Mengapa Mengetahui Biaya Eksplisit Penting?

Karena biaya eksplisit adalah biaya yang dibutuhkan untuk operasional perusahaan—terutama yang terkait dengan proses produksi, maka mengetahui berapa besar biaya eksplisit yang perlu dikeluarkan menjadi penting. 

Pentingnya mengetahui biaya eksplisit ini terkait dengan penghitungan profit yang Anda peroleh dalam menjalankan bisnis. Selain itu, biaya eksplisit penting untuk diketahui guna menilai efektivitas penggunaan biaya untuk operasional perusahaan. 

Mengacu pada penjelasan di atas, Anda bisa mengetahui bahwa biaya eksplisit merupakan biaya yang penting untuk diketahui jika Anda menjalankan sebuah bisnis. Maka dari itu, Anda wajib mengetahui bagaimana cara menghitung biaya ini.

Beda Biaya Eksplisit dan Implisit

Ada biaya eksplisit, ada juga biaya implisit. Apa yang dimaksud dengan biaya implisit? Singkatnya, biaya implisit merupakan biaya yang timbul akibat adanya penggunaan aset perusahaan. 

Salah satu ciri utama dari biaya implisit adalah biaya ini tidak mendatangkan pendapatan seperti biaya eksplisit. Maka dari itu, biaya implisit sering kali tidak masuk ke dalam pencatatan keuangan perusahaan. 

Contoh dari Biaya Eksplisit

Sebelum mengetahui bagaimana biaya eksplisit dihitung, Anda perlu tahu biaya-biaya apa saja yang termasuk ke dalam kategori biaya eksplisit. 

Perlu diingat bahwa biaya eksplisit adalah biaya yang masuk ke dalam anggaran sebuah perusahaan. Karena dimasukkan ke dalam anggaran perusahaan, biaya eksplisit ini menjadi objek dari pembukuan/pelaporan keuangan perusahaan.

Biaya eksplisit ini terbagi menjadi dua jenis biaya, yaitu, biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost). 

Biaya Tetap

Biaya tetap merupakan segala bentuk biaya yang nilainya tidak mudah berubah dalam satu periode pelaporan (biasanya satu tahun). Beberapa contoh biaya tetap adalah biaya sewa gedung, biaya membeli kendaraan, biaya sewa tanah, dan biaya untuk membeli peralatan. Biaya untuk membayar gaji karyawan juga termasuk ke dalam biaya tetap yang dimasukkan ke dalam pembukuan tiap bulan.

Biaya Variabel

Biaya variabel didefinisikan sebagai biaya eksplisit yang nilainya fluktuatif—yaitu biaya yang nilainya mudah berubah dalam satu periode pembukuan. Contohnya adalah biaya untuk membeli perlengkapan (barang habis pakai), biaya bahan baku, biaya utilitas, dan biaya transportasi. 

Baca juga: Biaya Investasi : Pengertian, Jenis dan Cara Perhitungannya

Cara Menghitung Biaya Eksplisit

Sebenarnya cara untuk menghitung biaya eksplisit cukup mudah. Karena biaya eksplisit adalah biaya yang digunakan untuk kebutuhan operasional dan produksi dari bisnis Anda, maka Anda hanya perlu mendata biaya apa saja yang Anda keluarkan dalam satu periode pembukuan tertentu, lalu menjumlah totalnya. 

Biaya eksplisit dapat Anda peroleh dengan menjumlahkan biaya tetap dan biaya variabel yang dikeluarkan perusahaan untuk beroperasi. Agar Anda dapat memahami bagaimana penghitungan biaya eksplisit, Anda bisa lihat contoh berikut ini.

Misalnya, bisnis catering yang Anda miliki mengeluarkan biaya berikut dalam bulan Februari 2022:

  • Biaya sewa gedung per tahun Rp 20.000.000,00
  • Biaya gaji karyawan per bulan Rp   2.200.000,00 (x 8 orang)
  • Biaya utilitas (internet, listrik, air) Rp   1.050.000,00
  • Biaya bahan baku Rp 15.000.000,00
  • Biaya transportasi Rp   1.000.000,00
  • Biaya iklan dan marketing Rp   1.500.000,00
  • Biaya lain-lain Rp   1.000.000,00

Sesuai penjelasan sebelumnya, biaya eksplisit adalah jumlah dari seluruh biaya yang digunakan dalam menjalankan operasional bisnis Anda. Maka dari itu, biaya eksplisit yang Anda keluarkan untuk bisnis catering selama Februari 2022 adalah:

Rp 20.000.000 + (2.200.000 x 8) + 1.050.000 + 15.000.000 + 1.000.000 + 1.500.000 + 1.000.000 = Rp57.150.000,00

Jadi, biaya eksplisit untuk bisnis catering Anda di bulan Februari 2022 adalah Rp57.150.000,00. Sebagai simpulan, biaya eksplisit adalah biaya yang Anda keluarkan untuk operasional perusahaan/bisnis Anda, termasuk di dalamnya adalah biaya untuk proses produksi. Untuk menghitung biaya ini Anda hanya perlu menjumlahkan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam satu periode pembukuan tertentu.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]