Awalnya Laris Manis Tapi Sekarang Bisnis ini Ditinggalkan

0
471

Dalam dunia bisnis, tak ada yang mengenal namanya abadi.  Suatu jenis bisnis biasanya memiliki masa kadaluarsanya. Berdasarkan pengalaman, sejumlah jenis bisnis bisa bersinar di suatu waktu, namun kemudian hilang ditinggal karena perubahan teknologi dan faktor lainnya.

Seiring pesatnya kemajuan teknologi, maka perubahan perilaku konsumen tak akan terbantahkan, setiap lini bisnis harus berkembang dan menyesuaikan diri. Kondisi tersebut yang dialami oleh sejumlah bisnis yang menawarkan produk/jasa tertentu di masa lalu. Padahal, sekitar 10 atau 20 tahun lalu, bisnis ini  sangat dibutuhkan masyarakat, booming dan bahkan untung besar di zamannya bahkan bisnis ini juga menjadi primadona masyarakat dalam berbisnis.

Berikut ini adalah jenis bisnis yang kini telah ditinggalkan tapi sekitar 10 atau 20 tahun lalu sangat laris manis? Berikut ini daftarnya:

  • Wartel

Wartel atau warung telekomunikasi adalah jenis usaha yang menawarkan jasa telekomunikasi dimana konsumen dapat melakukan panggilan telepon. Wartel sangat berjaya pada decade 1990an-hingga awal 2000an.  Saat itu belum banyak orang yang memiliki akses untuk memiliki telepon pribadi karena harganya pada saat itu masih sangat mahal.  Keberadaan wartel menjamur di banyak tempat bahkan banyak orang yang rela antre untuk menggunakan wartel. Akan tetapi, kini bisnis wartel sudah menghilang karena kemajuan teknologi komunikasi, saat ini semua orang sudah memiliki telepon pribadi yang jauh lebih canggih dan biaya yang relatif terjangkau.

  • Warnet

Selanjutnya jenis bisnis yang kini telah ditinggalkan adalah Warung Internet atau Warnet yakni jenis usaha usaha yang menawarkan jasa penggunaan internet. Warnet sangat populer pada dekade 2000-an karena akses internet dan perangkat seperti komputer atau laptop masih terbatas dan belum dimiliki oleh banyak orang seperti saat ini. Pada masa jayanya, keberadaan warnet menjamur di berbagai tempat, terutama di daerah yang dekat dengan lingkungan sekolah atau perguruan tinggi. Warnet diandalkan oleh mahasiswa atau pelajar yang ingin mendapatkan informasi dari internet. Perkembangan tekonologi membuat warnet kini telah ditinggalkan, saat ini cukup menggunakna smartphone kita dapat mengakses internet dengan mudah dan murah.

Rental VCD/DVD

Sebelum munculnya Netflix dan platform streaming film seperti saat ini serta menjamurnya jaringan bioskop di Indonesia, konsumen menonton film menggunakan keping cakram VCD/DVD yang diputar dengan perangkat khusus seperti VCD player atau komputer. Pada saat itu, harga VCD asli tidaklah murah bagi sebagian orang. Kondisi itu menjadi peluang usaha bagi sebagian orang untuk berbisnis Rental VCD/DVD, baik asli atau bajakan. Persewaan VCD/DVD adalah tempat favorit bagi mereka yang memiliki hobi menonton film. Pada saat ini, keberadaan Rental VCD/DVD sudah tidak ada, kalaupun ada jumlahnya sangat sedikit.

  • Toko Kaset Musik

Sebelum adanya Spotify atau streaming music lainnya, umumnya kita mendengarkan musik melalui kaset yang diputar menggunakan alat pemutar kaset seperti walkman atau tape player. Biasanya dalam satu kaset memuat sekitar belasan hingga dua puluhan lagu dimana penggunanya harus membalik sisi dari sisi A ke sisi B atau sebaliknya untuk dapat mendengarkan seluruh lagu. Pada dekade 1990an-2000an, toko kaset mudah ditemui di pusat-pusat perdagangan. Bagi penggemar musik, toko kaset adalah salah satu tempat yang didatangi untuk membeli kaset keluaran terbaru. Kini toko kaset tidak mudah dijumpai keberadaannya, bagi sebagian orang, kaset kini justru dianggap sebagai benda antik dan dicari para kolektor.

  • Counter Pulsa

Bisnis counter pulsa juga sempat jadi primadona masyarakat, karena pulsa dan kuota menjadi salah satu kebutuhan pokok. Namun, kehadiran berbagai aplikasi dalam menyediakan pulsa maupun kuota internet yang bisa dibayar menggunakan layanan transfer sehingga lebih praktis karena bisa dilakukan dimana saja membuat konsumen meninggalkan cara lama dalam membeli pulsa yaitu melalui counter. Saat ini bisnis counter pulsa mulai ditinggalkan walaupun jumlah juga masih banyak tapi tidak menutup kemungkinan bisnis ini akan hilang selamanya karena tergerus kecanggihan transaksi teknologi ke depannya.

Dari beberapa pengalaman bisnis yang akhirnya tutup tersebut semua berawal dari adanya perkembangan teknologi yang kemudian diikuti dengan perubahan perilaku konsumen, sehingga perubahan tersebut mau tidak mau harus diterima. Pelajarannya adalah bisnis memang harus mengikuti perkembangan zaman, selain itu lakukan beragam inovasi.

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Penulis: Raymas Putro | Editor: Rimba Laut