Apa Itu P2P Lending? Bagaimana Cara Kerja dari P2P Lending

0
968
apa itu P2P lending

Perkembangan P2P lending di Indonesia cukup berkembang khususnya ketika pandemi tiba. P2P bisa menjadi solusi alternatif mendapatkan dana cepat selain melalui bank. Lalu apa itu P2P lending? Anda bisa menemukan informasi selengkapnya disini!

P2P lending pertama kali muncul di Buckinghamshire, Inggris yang lebih dikenal dengan nama Zopa. Platform P2P lending ini berdiri sejak 2004 oleh tim yang berasal dari perusahaan internet banking yakni Egg Banking.

Sejak perilisan platformnya pada Maret 2005, Zopa telah mendistribusikan dana pinjaman di Inggris hingga 3.22 miliar USD. Setelah itu perkembangan P2P lending menyebar ke kawasan Amesika hingga dataran China.

Apa Itu P2P Lending ?

P2P lending berkembang di Indonesia sejak 2016 merujuk pada peraturan yang dibuat OJK terkait layanan pinjam meminjam uang ini. P2P adalah peer to peer lending yakni penyelenggara keuangan yang mempertemukan antara peminjam uang dengan pemberi dana berbasis teknologi.

Bagi pemberi pinjaman akan disebut dengan investor sementara peminjam dikenal dengan borrower. Platform penyelenggara jasa keuangan ini akan bertindak sebagai perantara saja.

Untuk mendaftar menjadi borrower maupun investor bisa melalui platform P2P lending yang terverifikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Baik itu P2P lending konvensional maupun P2P lending syariah.

P2P lending yang terdaftar di OJK akan mampu memberikan perlindungan bagi pengguna P2P baik dalam hal data hingga hak-hak konsumen. Saat mendaftar, Anda wajib mengisi informasi data diri secara relevan untuk evaluasi risiko.

Aplikasi P2P lending tidak berhak menahan dana investasi atau cicilan pinjaman dari borrower. Dana nantinya tersimpan dalam rekening escrow sehingga platform tersebut tidak dapat mengakses dana yang mengalir.

Bagi borrower P2P lending terbaik dalam memberikan dana karena prosesnya yang mudah daripada meminjam di bank. Sementara bagi investor akan mendapatkan timbal balik berupa pengembalian pembayaran pokok sekaligus bunga pinjaman.

Regulasi P2P Lending

P2P lending OJK akan menganut dan mengikuti regulasi yang ditetapkan. Ini artinya produk layanan keuangannya legal dan tidak merugikan salah satu pihak. Adapun regulasi terkait P2P di Indonesia sendiri adalah sesuai POJK 77 yakni:

Modal P2P Lending

Modal minimum penyelenggara saat mendaftar adalah Rp1 miliar dan ketika mengajukan kegiatan usaha sudah mencapai Rp2.5 miliar

Penyelenggara P2P Lending

Pihak penyelenggara harus mendaftar dan mendapatkan izin usaha dari OJK, bentuk badan hukumnya bisa berupa koperasi atau perseroan terbatas. P2P mendapatkan waktu 6 bulan untuk mendaftar ke OJK. 

Permohonan izinnya mendapatkan waktu satu tahun dari tanggal terdaftar OJK. Apabila dalam kurun waktu tersebut tidak bisa mendapatkan izin maka status P2P terdaftar juga akan OJK cabut.

Kegiatan Usaha

Penyelenggara P2P harus memakai data terpusat dan pusat pemulihan bencana di Indonesia sebagai audit trail. P2P tidak boleh menjadi pihak pemberi pinjaman maupun penerima pinjaman.

Investor & Peminjam

Peminjam harus berdomisili di Indonesia sementara investor bisa dari dalam maupun luar negeri. Batas maksimum investasi adalah Rp2 miliar.

Cara Kerja P2P Lending

Perkembangan P2P di Indonesia memang cukup signifikan karena mekanisme kerjanya yang sederhana. P2P lending Indonesia menurut lamat OJK memiliki mekanisme kerja sebagai berikut:

  1. Mula-mula baik peminjam atau pemberi pinjaman akan melakukan registrasi online terlebih dulu
  2. Borrower akan melakukan pengajuan pinjaman dan pihak platform akan mulai menganalisanya. Borrower yang layak mendapatkan pinjaman akan mendapatkan nilai atas tingkat risiko borrower.
  3. Borrower ditempatkan dalam marketplace P2P secara online lengkap dengan informasi profil serta tingkat risikonya
  4. Investor akan menganalisis dan menyeleksi borrower dari informasi yang disediakan oleh platform P2P
  5. Investor akan melakukan pendanaan kepada borrower melalui platform P2P lending
  6. Borrower akan mengembalikan dana pinjaman sesuai jadwal pengembalian dan investor juga akan menerima cicilannya melalui platform tersebut

Keunggulan P2P Lending

Ada banyak keunggulan P2P lending daripada pinjaman lainnya yang bisa Anda simak sebagai berikut:

Jaminan & Keamanan

Setiap transaksi di P2P lending mendapatkan pengawasan langsung dari OJK. selain itu hanya pihak yang terdaftar dan mendapatkan izin OJK saja yang boleh mengadakan layanan keuangan ini.

Selain itu untuk meminjam di P2P lending tak harus menjamin aset bernilai tinggi seperti tanah ataupun bangunan. Hal ini membuat borrower bisa dari berbagai kalangan masyarakat.

Diversifikasi

Distribusi dana dan aset yang berbeda akan meningkatkan profit bagi investor. Diversifikasi sekaligus mengurangi risiko atas investasi lainnya seperti saham atau lainnya.

Proses 

Proses pinjam meminjam di platform P2P lending dilakukan secara online. Hal ini berbeda jika meminjam dana ke bank harus datang ke counter terdekat. Mulai dari proses pendaftaran dan pengajuan pinjaman dilakukan dengan cepat dan bisa sewaktu-waktu karena mengandalkan jaringan internet.

Bunga

Jika Anda perhatikan dari bunga P2P lending lebih baik daripada produk finansial lainnya. Biasanya suku bunga berada di rentang 11.75 – 16% per tahunnya. Investor bisa mendapatkan pengembalian tinggi atas dana yang diinvestasikan.

Baca juga: 2 Cara Mudah Menghitung Bunga Pinjaman

Kekurangan P2P Lending

Walaupun menawarkan banyak kelebihan, P2P lending juga tak luput dari kekurangan yakni sebagai berikut:

Bagi Pendana

Mengalokasikan uang ke platform P2P lending tidak bisa menarik uang kapanpun Anda mau. Mekanismenya tidak seperti tabungan bank apalagi jika peminjam mengalami gagal bayar.

Dana yang Anda investasikan bisa saja lenyap sehingga penting memahami informasi profil dan tingkat resiko borrower. Cek jaminan dari borrower apakah sebanding dengan dana yang ia minta.

Bagi Peminjam

Kekurangan P2P lending bagi peminjam adalah suku bunganya yang melonjak tinggi ketika kelayakan kredit jatuh. Terlebih ketika Anda telat membayar cicilan maka tagihannya akan terlihat jelas atau mendapatkan denda tinggi.

Saat mengalami gagal bayar maka peminjam harus membayar pengembalian pokok dan denda bunga yang cukup tinggi. Oleh karena itu pinjaman di platform ini lebih cocok untuk pinjaman jangka pendek.

Jika Anda gunakan sebagai pinjaman jangka panjang maka tagihannya akan terus naik. Walaupun ada jaminan kebutuhan dana terpenuhi namun tidak ada jaminan bila pengajuan pinjaman dana seluruhnya bisa terpenuhi.

Maksudnya adalah bila Anda mengajukan pinjaman sekitar Rp200.000.000 bisa saja yang dapat terpenuhi hanya Rp100.000.000 saja. Apabila hal ini terjadi maka pengajuan pinjaman Anda akan dianggap  gagal dan dana yang terkumpul akan dikembalikan ke pihak investor.

Kesimpulan

P2P lending sudah berkembang sejak awal 2000an di berbagai negara. Mekanisme kerjanya ialah melalui platform perantara yang mempertemukan investor dan peminjam.

Setiap platform P2P lending harus terdaftar dan mendapatkan izin dari OJK untuk melakukan kegiatan usaha. Platform juga harus mematuhi segala regulasi yang OJK tetapkan saat berkegiatan.

Keunggulan dari P2P lending adalah kemudahan proses pengajuan dana dan jaminan keamanan bagi investor. Walaupun demikian P2P lending juga memiliki kekurangan khususnya dalam hal penetapan suku bunga tinggi.Dengan mengetahui apa itu P2P lending, Anda bisa memutuskan apakah akan menjadi investor atau borrower. Selain itu lebih bijak dalam mengajukan pinjaman berjangka.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].