Apa itu Biaya Modal? Apa Saja Jenis dan Contohnya?

0
4479
Biaya Modal

Mengatur keuangan dengan siklus rata-rata biasanya memakai metode biaya modal. Tentu metode ini memiliki beberapa jenis. Penasaran apa saja jenisnya? Yuk, simak artikel berikut. 

Apa Itu Biaya Modal? Simak Penjelasannya!

Cost of capital atau biaya modal adalah tingkat pendapatan yang dihasilkan dari suatu bisnis apabila bisnis tersebut memakai siklus investasi yang memiliki tingkat resiko yang seimbang. 

Nah, dari sini kita bisa paham jika biaya modal ini juga bisa diartikan sebagai opportunity cost atau kesempatan yang hilang karena dana tersebut dijadikan untuk bahan investasi lainnya.

Berbeda halnya jika Anda melakukan perhitungan biaya modal, biasanya Anda akan menggunakan rata-rata tertimbang dari biaya hutang suatu perusahaan dan klasifikasi modal. Selain itu biaya modal juga bisa diartikan sebagai biaya yang harus dikeluarkan suatu perusahaan agar mendapat dana timbal balik. 

Jenis – Jenis Biaya Modal yang Patut Anda Ketahui

Biasanya dana timbal balik ini bisa Anda dapatkan dari beberapa sumber seperti saham biasa, saham preferen, hutang, serta dari laba yang tertahan. Adapun biaya modal terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

1. Biaya Modal Saham Preferen

Saham preferen termasuk pada jenis saham yang bisa memberikan pendapatan tetap pada suatu perusahaan yang berbentuk dividen. Bentuk dari saham ini yaitu surat berharga komersial yang perusahaan saham jual. 

Berbeda halnya untuk penerimaan pendapatan saham preferen, yaitu menggunakan sistem kuartal dengan jarak triwulan. Saham ini juga merupakan saham istimewa karena memiliki tambahan hak, seperti bisa membayar dividen pada waktu tertentu serta pembayaran dividen pada saat terjadi likuidasi aset. 

2. Biaya Modal Individual (Saham Biasa)

Saham biasa merupakan proses terjadinya investasi yang investor keluarkan dengan tujuan untuk mendapatkan dana dari saham yang berhasil terjual. Biasanya, hal ini bisa mengalami peningkatan internal dengan menahan laba. 

Bisa juga secara eksternal yaitu dengan mengeluarkan dana kembali untuk investasi (saham baru). Saham retained earning (laba yang ditahan) sama dengan dana yang keluar untuk saham biasa. Contohnya adalah saham waran. 

3. Biaya Modal Rata-rata Tertimbang

Biaya modal rata-rata tertimbang adalah biaya seluruh uang milik investor atau pebisnis. Biaya ini juga digunakan untuk menghasilkan setiap laba atau keuntungan bagi perusahaan.

Tujuannya, tentu saja untuk mempertahankan nilai total dari aset tersebut. Dengan biaya modal rata-rata tertimbang kamu bisa mendapatkan penghasilan dari perusahaan yang kamu investasikan. 

4. Biaya Modal Kerja 

Biaya modal kerja adalah jumlah dana atau investasi yang hanya bisa menghasilkan dana jangka pendek saja. Adapun jika suatu perusahaan memiliki modal kerja yang besar, maka perusahaan tersebut harus memiliki potensi untuk investasi demi tumbuhnya suatu perusahaan. 

Biaya modal sendiri terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu :

  • Biaya historis dan biaya masa depan 
  • Biaya spesifik dan biaya komposit
  • Biaya rata-rata dan biaya marjinal
  • Biaya eksplisit dan biaya implisit

Adapun fungsi biaya modal seperti yang tertera di atas, yaitu untuk mendapatkan dana timbal balik. Sederhananya, investor mendapatkan penghasilan dari dana investasi. 

Cara Menghitung Biaya Modal, Catat Biar Tidak Salah!

Nah, setelah mengetahui definisi, jenis, dan fungsinya kita akan membahas bagaimana cara menghitung biaya modal. Adapun rumusnya, yaitu sebagai berikut:

1. Biaya Hutang

Biaya hutang adalah biaya yang mengacu pada bunga sebelum perusahaan membayar pajak. Contoh pinjaman, kredit, dan pembiayaan faktur. 

Rumus:

  • Biaya hutang = ( Tingkat pengembalian bebas resiko + spreed kredit) x (1 – tarif pajak) 

Rincian:

  • Pengembalian bebas resiko = ditentukan dari pengembalian keamanan pemerintah
  • Spread kredit = selisih antara obligasi treasury dan sekuritas utang
  • Tarif pajak = persentase perusahaan 

2. Biaya ekuitas

Biaya ekuitas merupakan tingkat pengembalian yang harus investor terima. Berikut ini rumus beserta rincian untuk biaya ekuitas:

Rumus 1:

  • Tingkat pengembalian bebas risiko + Beta x ( Tingkat pengembalian pasar – tingkat pengembalian risiko) 

Rincian:

  • Tingkat pengembalian bebas risiko = pengembalian yang ditentukan keamanan pemerintah
  • Tingkat pengembalian rata-rata = diperkirakan oleh saham 

Risiko pengembalian = beta saham

Rumus 2:

  • Biaya ekuitas = (dividen per saham/nilai pasar saat ini dari saham) + tingkat pertumbuhan dividen

Rincian:

  • Dividen : jumlah uang yang dibayarkan secara teratur kepada pemegang saham 
  • Saham nilai pasar : kepemilikan fraksional ekuitas
  • Tingkat pertumbuhan dividen = tingkat persentase tahunan

3. Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang 

Biaya modal rata-rata tertimbang atau WACC (Weight Avarage Capital Coss) adalah cara yang paling spesifik dalam menghitung modal. 

Rumus:

WACC = (E/v x Re + ((D/V x Rd) x ( 1 – T)) 

Rincian:

  • E = nilai pasar ekuitas
  • D = nilai pasar utang perusahaan
  • V = total nilai utang
  • E/v = persentase modal
  • Re = tingkat pengembalian
  • Rd = biaya utang
  • T = tarif pajak 

Baca juga: Fungsi dan Pengertian Modal Kerja dalam Bisnis

Contoh Biaya Modal di Kehidupan Nyata

Tak hanya mengetahui teori-teori dasar beserta perhitungannya saja tetapi mengetahui contoh-contoh biaya modal dalam kehidupan sehari-hari juga sama pentingnya bagi Anda. Berikut ini salah satu contoh biaya modal yang bisa Anda temukan di kehidupan bisnis sehari-hari:

Operator mall yang memiliki departemen store yang dekat dengan salah satu propertinya. 

Misalkan:

Jika pemilik operator mall tersebut dapat mengembangkan sebuah ruang yang kosong menjadi satu apartemen dengan mengharapkan 10% investasi . Maka, modal yang pemilik operator tersebut butuhkan di bawah 10%. 

Tentu hal ini sangat menarik tim manajemen untuk memutuskan pembangunan properti dengan modal sendiri. Akan tetapi, pasca pandemi biaya modal untuk sektor ritel meningkat secara drastis. 

Hal ini membuat semua investor, baik investor ekuitas pasar publik maupun investor pinjaman menjadi segan untuk berinvestasi pada ruang ritel. 

Selain itu, komponen utang maupun ekuitas dari modal pemilik mal telah meningkat secara signifikan. Hal inilah yang membuat para investor tidak tertarik untuk membangun kembali mal yang sudah tua.

Kesimpulan:

Pemilik mall tua mencoba untuk menjual ruang kosong tersebut pada pihak ketiga. Pemilik mall menjualnya karena tidak mau memperbarui yang sudah ada karena bisa mengakibatkan perubahan yang tidak menguntungkan. 

Contoh Menerapkan Biaya Modal dalam Bisnis

Setelah panjang lebar bergulat dengan yang namanya definisi, biaya modal dengan segala jenisnya, fungsi, contoh, dan bahkan rumusnya, sekarang saatnya Anda mengetahui bagaimana cara penerapan biaya modal dalam dunia bisnis. 

Biaya modal dalam dunia bisnis, khususnya dalam dunia manajemen keuangan bisnis, struktur modal menjadi salah satu hal yang memiliki dampak besar pada perusahaan.

Secara umum, struktur modal berguna sebagai alat keputusan manajemen dalam hal mempertimbangkan serta menentukan berbagai pendanaan perusahaan di periode mendatang. 

Ketika Anda menerapkan biaya modal pada perusahaan, maka Anda perlu menerapkan struktur biaya modal. Berikut ini dua istilah struktur biaya modal yang bisa Anda terapkan:

1. Low Leverage 

Low leverage ini bersifat sebagai formalisasi agar porsi utang lebih rendah dari ekuitas. Contohnya perusahaan yang memiliki aset sebesar 1 juta rupiah maka manajer akan menempatkan utang sebesar 300 ribu rupiah dan ekuitas sebesar Rp700 ribu.

2. High Leverage

Berbeda halnya dengan high leverage, struktur modal yang satu ini mendefinisikan jika porsi utang lebih tinggi daripada ekuitas. Contohnya manajer akan mengatur utang sebesar Rp800 ribu serta ekuitas sebesar Rp200 ribu dari aset yang berjumlah 1 juta rupiah.

Cara penerapannya sangat bervariatif, maka dari itu tentukanlah struktur modal yang akan Anda gunakan untuk penerapan biaya modal bagi perusahaan. Itulah pengertian biaya modal, cara perhitungannya hingga cara penerapan biaya modal bagi perusahaan. 

Jika Anda memerlukan tambahan biaya modal untuk keperluan bisnis, Akseleran menjadi jawaban yang sangat tepat. Anda dapat mengajukan pinjaman dana dengan nominal tertentu. Tenang saja, prosesnya pun cepat dan transaksinya dijamin aman.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].